Trinity, Pelopor Penulis Kisah Perjalanan

Yohannie Linggasari, CNN Indonesia | Rabu, 10/09/2014 13:24 WIB
Trinity, Pelopor Penulis Kisah Perjalanan Trinity (Yohannie Linggasari/CNN Indonesia)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pekerjaan Perucha Hutagaol – kerap disapa Trinity – mungkin buat iri banyak orang. Berwisata, menuliskannya menjadi sebuah buku, lalu mendapatkan uang dan mengulanginya kembali. Bila dulu ia ‘mbak-mbak kantoran’, sekarang ia berubah menjadi ‘tukang jalan-jalan sambil sesekali menulis’.

Setidaknya sudah 12 buku ia tulis. Yang terakhir adalah The Naked Traveler: 1 Year Round the World Trip yang terdiri dari dua bagian. Buku ini bercerita tentang kisah perjalanan Trinity yang berhasil mengunjungi 22 negara dalam setahun.

Berawal dari hobi menulis di blog, kini ia menjadi pelopor penulis Indonesia tentang kisah perjalanan. Bila dulu ia harus menabung dari gajinya untuk menikmati asyiknya jalan-jalan, kini Trinity berkeliling dunia dengan royalti penjualan bukunya. Sebanyak 64 negara telah berhasil ia jelajahi. Berbagai pengalaman, baik itu yang lucu, menyedihkan, mengesankan, maupun mengesalkan pun telah ia kantongi.


Berbagai penghargaan pun telah ia sabet, salah satunya adalah Indonesia Leading Travel Writer dari Indonesia Travel & Tourism Awards. Tak lama lagi, pengalaman perempuan berdarah Batak ini juga akan diangkat ke layar lebar. Ada pula seri televisi yang akan ditayangkan di salah satu stasiun televisi swasta tanah air.

Bagi Trinity, seorang penulis kisah perjalanan harus punya sisi yang berbeda dengan penulis lainnya agar dapat menarik pembaca. “Kuncinya adalah jangan jadi penulis yang biasa-biasa saja. Harus esktrem, lucu, atau beda dari yang lain,” katanya saat peluncuran buku The Naked Traveler: 1 Year Round the World Trip di Gramedia, Mal Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa (9/9).

Menurutnya, portfolio juga tidak kalah penting. “Buatlah proposal yang bagus dengan memasukkan portfolio ketika mengajukan ke penerbit. Saya dulu memasukkan tulisan dari blog dan tulisan yang diterbitkan majalah,” ujarnya lagi. Bukan hanya itu, menurutnya, sampul buku pun harus dibuat menarik. “Penulis harus memosisikan diri jadi pembaca,” tuturnya.

Trinity secara konsisten memasukkan unsur humor di dalam buku-bukunya. “Mungkin karena saya sering sial,” katanya santai. Ia menambahkan, “Kalau orangnya serius, maka ia akan dapat pengalaman yang serius. Mungkin karena saya orangnya santai dan bodoh, jadi banyak dapat pengalaman yang lucu.”

Meski sudah punya segudang pengalaman ke berbagai negara, Trinity mengaku masih terus waspada ketika berada di negeri orang. “Kalau bawa uang banyak, saya simpan dalam sepatu,” ujarnya bercerita.

Ia mengisahkan pengalamannya di Bogota, di mana ia sering dimintai uang oleh preman setempat. “Triknya, pura-pura tidak paham bahasa mereka saja. Pura-pura bodoh,” ucap Trinity kemudian tertawa. Belum lagi kisah Trinity saat menyeberangi sungai dengan orang Honduras yang ternyata pekerja ilegal.

Bila Trinity jadi Menteri Pariwisata

Kisahnya melancong ke puluhan negara di dunia tidak menyusutkan rasa cintanya terhadap tempat wisata dalam negeri. Sebagai pecinta wisata laut, Trinity mengaku sangat cinta dengan Raja Ampat. “Raja Ampat keren sekali!” katanya bersemangat. Ia juga cinta masakan tanah air. “Makanan Medan, Manado, dan Makassar itu enak sekali,” katanya lagi.

Namun, Trinity merasa promosi tempat wisata tanah air masih sangat minim dan tidak strategis. Ia mengatakan, seandainya jadi Menteri Pariwisata, ia akan memperbaiki sistem promosi dan pola pikir yang telah berkembang. “Jangan hanya memikirkan bagaimana tempat wisata bisa menarik turis asing. Harus dipikirkan juga tempat wisata untuk lokal,” tuturnya.

Trinity mengatakan terkesan dengan sistem pariwisata Peru. Di sana, terdapat pusat informasi yang khusus menangani pariwisata. “Di tempat itu, stafnya lancar berbahasa Inggris sehingga bisa membantu turis asing yang tidak bisa berkomunikasi dengan penduduk lokal,” kata Trinity.

Selain itu, juga terdapat layanan telepon 24 jam yang bisa diandalkan. “Saya pernah malam hari menelepon ke sana untuk minta bantuan saat bertransaksi dengan penduduk lokal. Mereka bantu saya bicara ke penduduk lokal melalui telepon,” ucapnya.

Di tempat bersejarah Peru juga tersedia pedoman dalam bentuk audio yang memudahkan turis ketika berkeliling. “Pedoman audio ini dapat diunduh ke telepon pintar masing-masing. Peru benar-benar menggarap bidang pariwisatanya dengan serius. Bila saya jadi Menteri Pariwisata, salah satunya saya akan buat itu,” ujar Trinity.