Menjadi pembawa acara sebenarnya bukan keinginan pribadi Soleh. Mulanya ia dipaksa oleh kantor tempatnya bekerja. Ia kerap dijadikan 'tumbal' untuk menghibur penonton setiap kantor itu membuat acara. Parahnya, acara itu sangat sering dilakukan.
"Ketika menjadi pembawa acara, seringkali saat pergantian antar band itu tidak ada acara atau kosong, nah saya suka cari bahan candaan untuk mengisi waktu kosong tersebut," katanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dua tahun menjadi penyiar, tidak ada masalah. Soleh beruntung karena mendapat jam siaran sebelum ia harus kembali menjadi wartawan.
Menyesalkah ia? "Ya ingin protes bagaimana? Saya toh juga salah. Dipecat ya sudah, saya jalani saja apa yang ada di depan mata," ujar Solihun. "Saya tidak mau berlarut-larut dalam penyesalan, itu semua sudah terjadi. Kalau terlalu dimasukkan hati, sangat merusak hari."