Film dokumenter berdurasi 15 menit itu merupakan karya sutradara film pendek paling produktif dan berpengalaman, BW Purba Negara. Filmnya membawa hikmah kehidupan.
Purba mencoba memotret kehidupan warga lereng Gunung Merapi Yogyakarta selepas erupsi hebat yang terjadi pada 2010 lalu. Erupsi itu salah satu yang paling ganas dalam seabad terkahir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Purba bukan hanya menggambarkan bagaimana kuatnya para warga bertahan hidup berdampingan dengan kematian dan bencana yang mengancam sewaktu-waktu. Filmnya juga menggambarkan kuatnya ketergantungan manusia terhadap alam.
Purba menunjukkan dirinya adalah pembuat film pendek yang mahir. Ia sanggup membuat alur cerita tak biasa, dan memiliki pesan yang mengena serta unsur dramatisasi yang pas.
Namun, Purba hanya menyediakan bahasa Jawa sebagai pengantar dan bahasa Inggris sebagai terjemahan untuk film pendeknya yang unik.