"Dia orang baik, setengah mati baiknya. Tahun ini sepertinya Tuhan mengambil orang-orang yang baik ya," kata Jajang ketika melayat ke rumah duka di Jalan Bambu Apus Nomor 76, Tangerang Selatan, Jumat (15/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia suka ngeledek kalau saya lagi asik kumpul sama yang lain. Lalu dia tepuk pundak saya untuk mengingatkan agar jangan terlalu banyak minum," ujar Jajang mengenang.
Slamet mengingat Didi sebagai orang yang tetap mengutamakan keluarganya meski sedang sibuk di dunia hiburan. Perilaku tersebut memang sangat jarang ditemui saat ini.
"Mudah-mudahan kepergiannya ini baik, karena di hari Jumat subuh," kata Slamet.
"Didi pasti tidak ingin semua orang berlama-lama sedih, karena masih banyak orang berbakat di Indonesia," lanjutnya.
Slamet pun sudah menganggap keluarga Didi sebagai keluarganya juga. Slamet berpesan kepada keluarga Didi agar selalu bangga karena telah memiliki sosok kepala keluarga dan bapak seperti Didi.
"Saya bilang kepada keluaganya mereka punya sosok suami dan bapak yang membanggakan. Didi juga sosok sahabat, kawan, dan rekan yang membanggakan," ujar Slamet penuh haru.
Slamet mengingatkan kepada semua pihak, terutama yang bekerja di dunia hiburan, untuk menjaga kesehatan. Karena tidak ada yang tahu, penyakit yang awalnya dianggap sepele malah akan bertambah parah.
Setelah dimandikan dan disalatkan, jenazah Didi akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Tanah Kusir, Jakarta Selatan, pada Jumat (15/5). Ia akan dimakamkan di Blok A1 BL48, di dekat makam Bung Hatta.
Suasana prosesi salat jenazah Didi Petet. (CNNIndonesia/Endro Priherdityo) |
Suasana prosesi salat jenazah Didi Petet. (CNNIndonesia/Endro Priherdityo) |
Suasana prosesi salat jenazah Didi Petet. (CNNIndonesia/Endro Priherdityo)