'Misteri' Kemenangan Angel Pieters di Indonesian Movie Awards

Ardita Mustafa, CNN Indonesia | Rabu, 20/05/2015 11:01 WIB
'Misteri' Kemenangan Angel Pieters di Indonesian Movie Awards Angel Pieters berjaya di IMA 2015, namun sayang, belakangan timbul kesimpangsiuran penganugerahan penghargaan untuknya. (CNNIndonesia/Tri Wahyuni)
Jakarta, CNN Indonesia -- Belakangan ini, banyak stasiun televisi yang mengadakan ajang penghargaan versinya sendiri. Bisa jadi gara-gara gemas program acaranya tidak pernah menang di penghargaan lain atau merasa memiliki patokan sendiri untuk menilai sebuah karya.

Di tengah maraknya musim penghargaan tahun ini, beberapa hari yang lalu stasiun televisi Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI) baru saja menggelar acara Indonesian Movie Awards (IMA) 2015 ke-sembilan, sejak pertama kali diadakan pada 2007.

Bertema Golden Age, acara tersebut sukses diselenggarakan, sesuai prinsip IMA yang tertera dalam laman Wikipedia-nya, "Indonesian Movie Awards (IMA) adalah penghargaan bagi insan perfilman yang dimulai sejak tahun 2007. Ajang penghargaan ini dibuat karena ajang Festival Film Indonesia (FFI) 2006 hasilnya cukup mengecewakan."


Berbeda dengan penyelenggaraan penghargaan Academy Awards, yang pemenangnya dinilai oleh jajaran juri dan pemilih yang kompeten di bidangnya, penghargaan sejenis di Indonesia mengandalkan penilaian dari pengiriman pesan pendek (SMS).

Dengan tarif Rp 2.200 per-SMS, nominasi yang mendapat SMS terbanyak keluar sebagai pemenang.

Sejumlah nama besar telah keluar sebagai pemenang di IMA 2015. Tapi bukan prestasi mereka yang kini ramai dibicarakan, melainkan tanda tanya besar mengenai keabsahan penilaian di balik penyelenggaraannya.

Kesahihan IMA 2015 yang dipertanyakan itu bermula dari kemenangan musisi wanita berbakat, Angel Pieters, yang masuk dalam nominasi Soundtrack Terfavorit.

Angel memang pantas-pantas saja untuk menang. Ia tidak kalah berbakat dari nominasi lain yang ada dalam kategori yang sama; Glenn Fredly, Saint Loco, Anggun, Mahadewa dan Pongki Barata.

Sayang, kemenangannya seakan mendadak, karena sepengetahuan Pongki, nama Angel baru masuk sebagai nominasi beberapa hari sebelum penyelenggaraan IMA 2015 digelar.

Para nominasi lain kini merasa keberatan. Bukan lantaran telah dikalahkan oleh gadis berusia 17 tahun, melainkan keberatan cara pihak penyelenggara dalam memutuskan kemenangan. Padahal sebelum IMA 2015 dilaksanakan, mereka telah giat meminta penggemarnya untuk memilih mereka sebagai bentuk apresiasi melalui pengiriman SMS sebanyak-banyaknya.

Diketahui, Angel menang dengan lagunya yang berjudul Indonesia Negeri Kita Bersama, yang diciptakan oleh Liliana Tanoesoedibjo (istri Hary Tanoesoedibjo, pemimpin PT. MNC Investama Tbk. yang memiliki RCTI) untuk soundtrack film Di Balik 98 produksi MNC Corporation/MNC Pictures.

Keberatan pertama muncul dari cuitan Pongki melalui akun Twitter-nya di @pongkibarata, pada Selasa (19/5) malam.

"Baru nyadar..baru nyadar... Dalam award kemarin ada pemenang yg bahkan tidak ada dalam nominasi!! Hahaha... Nice job!" tulis Pongki.



Melihat kenyataan tersebut, Pongki amat menyayangkan. Pasalnya, seorang nominasi yang baru masuk kurang dari satu minggu IMA 2015 digelar ternyata bisa keluar sebagai pemenang tanpa perlu mendapat SMS terbanyak.

"I'm risking my career here.. tp ini udah kebangetan.. Kok bs? Kasian yg udah sms, kepotong Rp 2200 kalo smp di banned sm tv itu ya udahlah" tulis Pongki



Seorang rekan Pongki pun mencuitkan bukti "rekayasa" pihak penyelenggara IMA 2015 yang langsung di-retweet oleh Pongki.

"Pantes bagian ini stikeran, setelah dibuka ga ada si nama pemenang," tulis akun bernama @dipaaa.



Sampai di cuitan itu, pihak penyelenggara ternyata menghentikan penyiaran video nominasi awal dan baru di akun YouTube-nya. Padahal sebelumnya beberapa rekan Pongki berhasil mencuitkan tautan video nominasi itu.



Dihubungi oleh CNN Indonesia pada Rabu (20/5), Pongki sekali lagi menyatakan kalau ia tidak keberatan mengenai kemenangan Angel. Ia hanya mempermasalahkan keberadaan dua daftar nominasi yang berbeda di iMA 2015.

Glenn pun angkat bicara dan sepakat dengan Pongki kalau pihak penyelenggara harus menyelesaikan kisruh itu.

"Sangat menanti penjelasan dari @OfficialRCTI panitia Indonesian Movie Award tentang kisruh pemenang soundtrack, krn ada partisipasi sms.." tulis Glenn.





Hingga saat ini, pihak penyelenggara maupun RCTI belum memberikan keterangan resmi terkait misteri kemenangan Angel Pieters di acara yang awalnya digagas oleh Indra Yudhistira R. itu.

Karena jika tidak segera meluruskan masalah ini, bisa saja RCTI yang memiliki banyak acara pencarian bakat itu tidak lagi dianggap kredibel oleh penonton setianya.

Berikut ini adalah daftar pemenang IMA 2015:

Special Award: Alex Komang

Life Achievement: Mieke Widjaya

Pemeran Utama Wanita Terbaik: Marsha Timothy (Nada untuk Asa)

Pemeran Utama Pria Terbaik: Chicco Jericho (Cahaya dari Timur: Beta Maluku)

Pemeran Pendukung Wanita Terbaik: Laura Basuki (Haji Backpacker)

Pemeran Pendukung Pria Terbaik: Arifin Putra (The Raid 2: Berandal)

Pemeran Anak-anak Terbaik: Tissa Biani (3 Nafas Likas)

Pemeran Utama Pria Terfavorit: Chicco Jericho (Cahaya dari Timur: Beta Maluku)

Pemeran Utama Wanita Terfavorit: Marsha Timothy (Nada untuk Asa)

Pendatang Baru Terbaik: Bebeto Leutualy (Cahaya dari Timur)

Pendatang Baru Terfavorit: Sumarlin Beta - Garcia 19

Nominasi Pasangan Terbaik: Lukman Sardi & Dian Sastrowardoyo

Soundtrack Terfavorit: Angel Pieters

Film Terfavorit IMA 2015: Di Balik 98

[Gambas:Youtube]

(ard)