"Dari Asia Tenggara, di book fair ini Indonesia adalah negara pertama yang menjadi tamu kehormatan," ujar Wakil Presiden Frankfurt Book Fair Claudia Kaiser saat berbincang dengan CNN Indonesia di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (3/6).
Claudia dan tim baru menghadap Presiden Joko Widodo menyampaikan Frankfurt Book Fair. Sang presiden memastikan akan hadir di ajang itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semuanya akan menikmati citra baru Indonesia. Dan ini pertama kalinya Indonesia menunjukkan budayanya, terutama literaturnya, pada sebuah pertunjukan tingkat dunia. Jadi kami sangat menantikan itu," ujar Claudia melanjutkan.
Menurut Claudia, ia memilih Indonesia sebagai Tamu Kehormatan karena negeri kepulauan ini merupakan negara terbesar di Asia Tenggara dan memiliki kekuatan ekonomi yang hebat. Hal itu, ucap dia, sangat menarik bagi penyelenggara untuk menjalin dan membangun hubungan.
"Presiden dan menteri tadi berkata orang-orang di Jerman tidak begitu tahu tentang Indonesia. Beberapa orang tahu ada Bali, tapi beberapa orang juga tidak tahu bahwa Bali itu milik Indonesia. Jadi, ini penting sekali untuk kami mengetahui seni, budaya, dan literatur dari negara terbesar keempat di dunia," kata dia.
Sebagai negara terbesar ke-empat di dunia, Claudia yakin Indonesia kaya akan budaya dan literatur. Namun, itu belum terlalu mencuat karena tak banyak karya yang diterjemahkan. Frankfurt Book Fair adalah ajang untuk itu.
"Kami harus menggali lebih dalam untuk melihat ada apa di sana dan memamerkan apa yang ada di sana. Dan kami mulai membuat penyelidikan dan meminta para ahli untuk menjelaskan tentang literatur Indonesia," ujar dia.
Claudia menyimpulkan, "Negara ini memiliki banyak sejarah tentang tradisi seni yang seharusnya memiliki konten menarik. Kalau melihat negara tetangga, mereka biasanya, 'Oh, kami iri dengan Indonesia untuk konten yang mereka miliki'. Itu karena kalian kaya akan konten, karena memiliki sejarah yang kaya."
(rsa/rsa)