Liputan Khusus Ultah Jakarta

Lenong Bocah, Lenong 'KW' yang Mengobati Kerinduan

Endro Priherdityo, CNN Indonesia | Senin, 22/06/2015 18:16 WIB
Tetap Banjir Peminat Suasana pelatihan Sanggar Ananda. (CNN Indonesia/Endro Priherdityo)

Tetap Banjir Peminat

Sebelum Sanggar Ananda berdiri, pada 25 Maret 1989, Teater Kawula Muda lebih dulu berdiri, pada 1986. Dengan umurnya yang sudah berkepala tiga, kedua bentuk wadah bakat ini telah memiliki puluhan ribu alumni yang tersebar di Indonesia.

Meski sudah lama tak muncul lagi di layar televisi, Lenong Bocah rupanya masih menjadi salah satu model pelatihan dalam Sanggar Ananda. Tidak cuma menjadi model pelatihan teater, namun juga menjadi daya tarik bagi banyak anak muda yang ingin mengikuti jejak keartisan Olga Syahputra.
"Setiap tahun, 1.000 sampai 2.000 anggota baru bergabung," kata Aditya.

Aditya tidak mengumbar janji manis untuk mengorbitkan anggota Sanggar Ananda menjadi artis-artis layar kaca. Aditya menegaskan, ia mampu memberikan pengembangan percaya diri.


Malah banyak lulusan Sanggar Ananda yang terjun bukan menjadi sebuah artis. Mereka menjadi sutradara, kru film, hingga pramugari menjadi ranah lulusan anak didik Aditya Gumay. Hal ini sesuai dengan paham yang dianut Aditya, yaitu dengan kepercayaan diri akan dapat membuat seseorang masuk ke berbagai bidang.

Meski Sanggar Ananda tetap dibanjiri peminat, Aditya juga menyadari bahwa kondisi lenong sendiri sudah mulai terancam keberadaannya. Lenong yang dahulu ditampilkan dari lapangan satu ke lapangan yang lain, kini sudah tak lagi memiliki ruang untuk manggung.

"Kondisi tersebut dapat disiasati dengan memberikan slot waktu oleh stasiun televisi," kata Aditya. "Meski tidak menggunakan pakem lenong, jika ada acara yang mirip lenong, setidaknya itu mengobati kerinduan akan tayangan berbudaya Betawi, karena lenong merupakan kekayaan budaya Tanah Air," kata Aditya menutup pembicaraan.

[Gambas:Youtube]
(end)
HALAMAN :
1 2 3