Harus Ada Pisang di Menu Sahur Dian Pelangi

Endro Priherdityo, CNN Indonesia | Jumat, 03/07/2015 10:40 WIB
Harus Ada Pisang di Menu Sahur Dian Pelangi Dian Pelangi menjaga stamina tubuh saat puasa dengan pisang dan jintan hitam. (ANTARA FOTO/Teresia May)
Jakarta, CNN Indonesia -- Puasa tidak bisa membuat ikon fesyen muslim Indonesia, Dian Pelangi lemas. Penampilan desainer busana muslim itu pun tetap cantik. Apa rahasianya? Dian rupanya punya beberapa makanan wajib saat sahur maupun buka puasa. Ia memikirkan betul asupan yang masuk ke tubuh.

Makanan-makanan yang disebutnya harus tersedia, apa pun yang terjadi. "Kalau sahur, harus ada pisang, itu wajib buat aku," kata Dian ketika ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, beberapa waktu yang lalu.

Ia bahkan menganggap pisang jauh lebih penting ketimbang nasi saat sahur. Pisang akan dikonsumsi Dian sebagai menu sahur bersama madu dan habbatussauda atau jintan hitam.


Dian tidak terlalu memikirkan karbohidrat. Ia mengaku tidak masalah jika harus memilih antara makan nasi atau mi. Yang penting, tetap ada pisang di meja makannya. Ia biasanya akan memakan dua hingga tiga buah pisang sekaligus.

Pisang yang menjadi andalan Dian, memang mengandung banyak manfaat. Meningkatkan kekebalan tubuh, mencegah hipertensi, penyakit jantung, menjaga kesehatan janin, mengatasi anemia, dan gangguan pencernaan.

Di dalam pisang terdapat air sebanyak 68 persen, gula sebesar 25 persen, protein, lemak, dan serat. Vitaminnya pun banyak, yaitu vitamin A sebesar 300 IU per seratus gram, vitamin B1, B2, B6, dan B12, dan vitamin D. Buah tropis itu juga mengandung Kalsium, Fosfor, Besi, Sodium, dan Kalium.

Sedangkan habattussauda adalah rempah-rempah yang telah lama digunakan oleh masyarakat Timur Tengah untuk mengobati berbagai penyakit. Rempah itu dipercaya oleh umat muslim sebagai bahan yang digunakan Nabi Muhammad untuk menjaga kesehatan fisik.

Dengan menu seperti itu, Dian mengaku siap menjalani puasa sehari penuh. Saat berbuka tiba, ia memilih makanan khas dari kampungnya, Palembang. Apa lagi jika bukan pempek.

"Buat buka, aku lebih memilih pempek, karena padat dan cukup mengenyangkan," kata Dian.

Pempek yang terbuat dari daging ikan dan tepung sagu memang memiliki tekstur yang padat, kenyal, dan bila ditambah telur maka cukup membuat perut yang kelaparan terdiam.

Setelah makan pempek, Dian melanjutkannya dengan salat tarawih. Bila masih terasa lapar, maka akan dilanjutkan dengan makan malam. "Tapi kalau masih kenyang, ya santai saja tinggal tidur," kata Dian sembari tersenyum.

(rsa/rsa)