Film Kartun 'Inside Out' Libatkan Ahli Kejiwaan untuk Riset

Endro Priherdityo, CNN Indonesia | Kamis, 06/08/2015 06:38 WIB
Film Kartun 'Inside Out' Libatkan Ahli Kejiwaan untuk Riset Film Inside Out. (REUTERS/Mario Anzuoni)
Jakarta, CNN Indonesia -- Film kartun Inside Out berhasil masuk jajaran box office sejak dirilis pada 19 Juni lalu di Amerika Serikat. Kala itu, Inside Out harus berhadapan dengan film Minions dan Jurassic World yang juga sukses mendominasi layar lebar dunia.

Film Pixar terbaru ini menampilkan petualangan komedi berbagai karakter emosi dalam diri seorang gadis 11 tahun bernama Riley yang melalui perubahan psikologi dalam hidupnya.

"Bagi seorang remaja, pengaruh emosi dalam kehidupan itu penting. Memang banyak emosi yang ada, tetapi menurut ilmuwan hanya ada empat, dan ini yang kami masukkan dalam film dengan sedikit tambahan," kata Pete Docter, sutradara film Inside Out kepada wartawan di kawasan Jakarta Pusat pada Rabu (5/8).


Laku karena unik

Film Inside Out telah mengantongi pendapatan sebesar US$92 juta saat pertama kali rilis. Hingga saat ini, Inside Out telah mengantongi sebanyak US$283,6 juta.

Cerita film ini memang terbilang unik. Bila biasanya animasi menggunakan sosok manusia, hewan, robot atau makhluk astral, film ini menceritakan makhluk imajiner yang mewakili kondisi psikologi dalam diri manusia.

Makhluk imajiner, yang dibuat oleh produsen Monster Inc dan Monsters Univeristy, ini menjadi karakter utama dalam kisah Inside Out. Para pemain terkenal pun direkrut untuk mengisi suara makhluk imajiner ini, seperti Amy Poehler.

"Di sini penonton dapat melihat bagaimana manusia menghadapi berbagai emosi, bagaimana emosi menghadapi manusia, dan bagaimana manusia saling terkait karena emosi yang ada," ujar Ronnie del Carmen, asisten sutradara Inside Out.

Anak pencetus ide

Diungkapkan oleh Docter dan Carmen, produksi Inside Out membutuhkan waktu hampir enam tahun sejak hanya menjadi imajinasi Docter.

Docter awalnya heran menghadapi perubahan emosi putrinya, yang kala itu masih berusia 11 tahun. Ketika dirinya berkonsultasi dengan Carmen, yang memiliki anak lebih tua, Docter justru menghasilkan sebuah cerita yang akhirnya berkembang menjadi sebuah film kartun.

Docter dan Carmen pun melakukan berbagai riset dan konsultasi dengan beberapa ahli psikologi, guna mematangkan ide Inside Out. Setelah menempuh sekian tahun untuk sebuah proyek film, Inside Outa dapat disaksikan oleh pecinta film Indonesia pada 19 Agustus nanti.

"Kami senang akhirnya Inside Out dirilis dan bisa disaksikan oleh kalian. Kami ingin berbagi mengenai film ini," kata Pete menutup perbincangan.

[Gambas:Youtube] (ard/ard)