Diberitakan Reuters, ratusan sineas dan penggemar berkumpul dalam festival yang digelar selama 10 hari itu. Sedikitnya 300 film dari 75 negara akan diputar. Merunut situs web resmi BIFF, dua film Indonesia diputar dalam program jendela perfilman Asia.
Film pertama adalah A Copy of My Mind yang digarap Joko Anwar. Menurut jadwal, film yang didukung CJ Entertainment dari Korea itu akan ditayangkan tiga kali: 2, 5, dan 8 Oktober.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Film itu sudah tayang perdana di Festival Film Toronto, pada September lalu. Ia juga diputar di Festival Film Venesia di Italia. Tahun lalu, ide film itu masuk Asian Project Market (APM) untuk mencari dukungan, terutama dana. APM juga bagian dari BIFF. A Copy of My Mind pun memenangi CJ Entertainment Award 2014.
Sedangkan film kedua adalah garapan Garin Nugroho, Chaotic Love Poems. BIFF menjadi wadah penayangan perdana film itu. Ia juga akan diputar tiga kali: 5, 8, dan 9 Oktober.
Lagi-lagi film itu dibintangi Chicco Jerikho. Kali ini, ia bersama Pevita Pearce, Nova Eliza, dan Annisa Hertami. Film berlatar 1970 sampai 1990-an itu menggabungkan kisah cinta Romeo dan Juliet serta pertengkaran konyol Tom dan Jerry. Tokoh utamanya bernama Rumi dan Yulia.
Keduanya hidup dekat sejak kecil, namun menjaga jarak karena orang tuanya tidak akur. Dalam perjalan cinta keduanya, Garin membubuhkan fakta ekonomi dan budaya di Indonesia, pengaruhnya pada hubungan sosial.
Selain yang diputar itu, dua film Indonesia lainnya juga mencari dukungan dalam APM. Dalam ajang yang digelar 4 sampai 6 Oktober 2015 itu, film yang mencari dukungan adalah Marlina The Murder In Four Acts dan The Wasted Land.
Marlina The Murder In Four Acts merupakan film garapan Mouly Surya dan ditulis Garin Nugroho. Sementara The Wasted Land digarap Eddie Cahyono dan bekerja sama dengan Ifa Isfansyah. (rsa/vga)