Tidak hanya soal gaji, masalah penghargaan bagi sineas wanita Hollywood pun dianggap masih belum adil.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sayangnya, ia tidak mendapat nominasi Best Director.
Mereka menganggap, film yang masuk nominasi Best Picture seharusnya juga masuk nominasi Best Director, apalagi film bagus sekelas Selma.
Sebagai sesama sutradara, Quentin Tarantino pun dimintai pendapat. Dalam wawancara dengan New York Times belum lama ini, Tarantino mengatakan kalau DuVernay telah membuat karya yang bagus.
Namun, Tarantino seakan salah ucap, karena ia mengatakan kalau film Selma seharusnya mendapat penghargaan Emmy Award.
"Dia telah membuat karya yang bagus. Tapi Selma layak mendapat penghargaan Emmy Award," kata Tarantino.
Setelah hasil wawancaranya juga ikut dikritik, Tarantino berdalih kalau dirinya belum menyaksikan film Selma.
Tapi Tarantino boleh berlega hati, karena DuVernay mengaku tidak tersinggung.
"Saya sama terkejutnya dengan orang-orang. Ketika melihat dirinya dan karyanya, ucapannya memang akan sangat mengejutkan," kata DuVernay saat diwawancara oleh The Hollywood Reporter.
"Namun saya tidak merasa harus tersinggung," lanjut DuVernay.
Di tengah isu kesetaraan gender yang masih menjadi mendung di Hollywood, DuVernay tetap semangat berkarya.
Saat ini ia dan Oprah Winfrey bahkan tengah menyutradrai serial drama berjudul Queen Sugar. Kisah serial tersebut diangkat dari novel berjudul sama karangan Natalie Baszile.
Film Selma dan serial Queen Sugar bukan satu-satunya karya DuVernay.
Sejak 2006, wanita berusia 43 tahun ini juga telah menyutradari sejumlah dokumenter, salah satunya berjudul Middle of Nowhere yang mendapat U.S. Directing Award: Dramatic dalam Festival Film Sundance 2012.
(ard)