Hal ini diakui Denny dan Fara Silas, orangtua Joey, saat tampil dalam acara 60 Minutes yang ditayangkan CBS. Pasangan ini membeberkan cerita unik di balik talenta putranya yang mencengangkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejak awal mengenal piano, Joey, yang kala itu belum genap tujuh tahun, ternyata bisa tekun mempelajari secara autodidak dan bersemangat meningkatkan kemampuan memainkan musik berirama jazz.
"Jadi Joey sering memutar [piringan hitam] dan mengiringinya," kata Denny.
Lambat laun, Joey makin andal memainkan piano dengan cara mendengarkan koleksi piringan hitam jazz ayahnya. Padahal sama sekali tidak ada guru yang mengajarkan Joey cara bermain piano.
Akhirnya, Denny menyewa seorang guru piano untuk mengajarkan Joey dasar-dasar bermain piano yang baik dan benar. Namun usahanya tidak berjalan dengan baik, karena Joey gemar berimprovisasi.
"Ia [Joey] ingin bebas, ia ingin mengekspresikan dirinya [melalui jazz]," ayahnya menjelaskan.
Tak hanya jago kandang, selanjutnya Joey kerap mengiringi grup band jazz Indonesia saat manggung di gedung konser lokal. Namanya pun terkenal di dunia maya, termasuk di telinga musisi-musisi jazz dunia.
Kemampuan Joey bermain piano melampaui umurnya. Bahkan ia menjadi musisi Indonesia pertama yang meraih dua nominasi Grammy Awards 2016 kategori Best Jazz Instrumental Album dan Best Improved Jazz Solo.
(fad/vga)