Nyawa Donald Trump Hampir Melayang di Tangan Keith Richards

Ardita Mustafa, CNN Indonesia | Selasa, 22/03/2016 15:09 WIB
Nyawa Donald Trump Hampir Melayang di Tangan Keith Richards Para personel Rolling Stones sepertinya tidak suka dengan mulut besar Donald Trump. Keith Richards dikabarkan pernah mengancamnya dengan sebilah pisau. (Michael Hickey/Getty Images)
Jakarta, CNN Indonesia -- Nyawa bakal calon Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, ternyata hampir melayang di tangan pemetik gitar Rolling Stones, Keith Richards.

Dikutip dari Daily Mail pada Senin (21/3), hal itu dikatakan oleh manajer tur Rolling Stones, Michael Cohl.

Cohl mengisahkan kalau peristiwa itu terjadi saat Rolling Stones konser di gedung stasiun televisi CBS pada 1989.


Awalnya, Cohl menceritakan, kalau dirinya berusaha mendapatkan sponsor untuk konser Rolling Stones.

Dari beberapa nama yang diajukan, Rolling Stones menolak mentah-mentah ide Cohl untuk mengajak Trump, yang saat itu masih menjadi pengusaha properti, sebagai sponsor konser.

Cohl pun memutar otak agar para personel Rolling Stones tidak mengetahui kalau salah satu sponsor konser mereka ialah Trump.

Namun, rencana Cohl akhirnya diketahui oleh para personel Rolling Stones. Mereka pun marah dan menolak untuk tampil di konser yang disponsori Trump.

"Tawarannya memang bagus, tapi kami tidak akan berhubungan dengan Trump. Ingat itu," kata Cohl menirukan perkataan para personel Rolling Stones.

Beberapa hari kemudian, tanpa disengaja, Rolling Stones berada satu lokasi dengan Trump.

Rolling Stones dijadwalkan melakukan wawancara dengan CBS sementara Trump dijadwalkan untuk melakukan konferensi pers.

Cohl mendengar kalau Trump berencana untuk menemui Rolling Stones setelah konferensi pers.

Bersama anak buahnya, Cohl berusaha melarang Trump untuk mendatangi Rolling Stones.

Namun, rencana Cohl akhirnya terdengar juga ke telinga personel Rolling Stones.

Richards yang sudah kesal pun mengancam Trump melalui Cohl.

"Apa yang saya bisa lakukan untuk membantu Anda mengusirnya? Apakah saya perlu datang ke bawah dan mengusirnya secara langsung?" kata Richards sambil menancapkan sebilah pisau ke meja, seperti yang dikatakan oleh Cohl.

"Dia harus pergi, atau kami tidak akan tampil," lanjut Richards.

Dengan tergopoh-gopoh Cohl langsung meluncur ke bawah dan melarang Trump untuk masuk ke gedung CBS.

Ia yang ketakutan, minta ditemani oleh anak buahnya, yang juga membawa kunci ban dan tongkat hoki.

Dengan muka kebingungan, Trump dan para pengawalnya lalu menuruti perkataan Cohl untuk tidak menemui Rolling Stones.

Kekesalan para personel Rolling Stones dengan Trump sepertinya masih berlanjut hingga saat ini.

Beberapa waktu yang lalu, Richards pernah buka suara mengenai Trump yang ingin menjadi Presiden AS.

"Bisakah dibayangkan jika kita memiliki presiden seperti Trump? Itu adalah mimpi buruk," kata Richards, seperti yang dikutip dari Vanity Fair.

"Tapi bisa saja mimpi buruk itu terjadi, itu adalah keajaiban negara ini," lanjutnya.

(ard/ard)