Sebanyak 2,1 juta keping vinyl telah terjual di Inggris sepanjang tahun 2015.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Padahal, berdasarkan informasi dari BPI, dari 2014 sampai 2015, video yang ditonton secara online telah mengalami peningkatan sebesar 88 persen hingga menghasilkan keuntungan sebesar Rp524 triliun.
“Layanan seperti YouTube bisa disalahgunakan dalam hal hak cipta. Mereka [pihak YouTube] bisa saja mengambil keuntungan, tapi dengan cara mengorbankan seniman. Konsekuensi ini akan semakin serius untuk jangka panjang," kata Taylor, seperti yang dikutip dari NME pada Senin (25/5).
"Akan sulit bagi para seniman untuk memiliki penghasilan yang layak, dan tentu saja ini akan merugikan penyedia layanan musik yang lebih inovatif, yang membayar artis-artis tersebut dengan adil," lanjutnya.
Menanggapi hal itu, dalam wawancara dengan The Guardian, juru bicara dari YouTube memberikan pembelaan, “Semakin banyak pengiklan yang hadir maka akan semakin banyak uang yang datang, hal ini juga akan meningkatkan konsumsi.”
Menurut pihak YouTube, selama bertahun-tahun industri musik kehilangan uang hingga miliaran karena tingginya tingkat pembajakan.
"Kita harus berterima kasih pada sistem manajemen, content ID, dan para pemegang hak yang memiliki control penuh atas musik mereka di YouTube. Dengan begitu, mereka dapat dengan mudah memutuskan untuk menurunkan konten tersebut atau mengambil keuntungan," kata sang juru bicara.
(ard/ard)