Namun suguhan fiksi drama kriminal juga kadang memiliki kelemahan, terutama di adegan yang bersifat prosedural, macam penangkapan tersangka. Demi menghindari kesalahan fatal maka dibuat lah drama kriminal semi-ril, tanpa rekayasa.
Kini, para penonton saluran televisi berbayar, antara lain Indovision, Okevision, MNC Play, Big TV, First Media, dan Transvision, bisa menonton drama kriminal Crime + Investigation: Indonesia yang menampilkan cerita penuntasan kasus kriminal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dua hal yang menarik: banyaknya kisah dan kinerja polisi yang baik," kata Kevin kepada CNNIndonesia.com di Jakarta, pada Kamis (21/7). Menurut pria Singapura ini, Indonesia kaya akan sejarah, kepercayaan, juga cerita kriminal yang menarik.
"Ada senjata, perkelahian, kerusuhan, asap, dan api, orang akan senang ketika mereka mengganti saluran dan melihat ada pertarungan besar dalam serial," kata Kevin seraya mengakui adegan perkelahian sebagai adegan favoritnya.
"Drug Runner Lover lebih ke mystery documenter, thriller," ia menjelaskan. Di episode tersebut polisi Indonesia menangkap seorang penyelundup narkoba, namun mereka hanya punya waktu delapan jam untuk membongkar seluruh jaringan.
Kemudian episode The Mafia Manager disebut Kevin Ho sebagai, "international documenter dan business crime." Pasalnya, kasus ini melibatkan negara Taiwan. Kevin berharap akan ada episode-episode lain yang mengungkap kinerja kepolisian Indonesia.
Kevin yakin, serial dokumenter ini mampu menarik penonton. Sementara Kabid Humas Polda Mtero Jaya Kombes Awi Setiyono mengatakan, serial ini bisa membuka pikiran masyarakat agar mengetahui proses penangkapan pelaku hingga proses pengadilan.
"Saya sangat apresiasi dan bangga dengan diangkatnya kinerja jajaran Polda ke sinema. Semoga bisa diterima masyarakat dan dijadikan pembelajaran agar tidak berbuat kejahatan," ujar Awi tentang serial yang disiarkan di saluran Crime + Investigation Network.
(vga/vga)