Serunya Trekkies Indonesia 'Membedah Organ Alien'
Munaya Nasiri | CNN Indonesia
Minggu, 24 Jul 2016 16:22 WIB
Ada alasan tersendiri mengapa anggota IST menggemari kisah Star Trek. "[Film] yang lain gloomy. Perang, kiamat, masa depan suram, kalau ini [Star Trek] cerah,” kata Berthold.
"Star Wars bukan science-fiction, dia fantasy,” kata Erianto yang berpangkat Commander. Ia mencontohkan pedang light saber di Star Wars yang bila hilang, maka bisa diganti senjata lain.
Sebaliknya, menurut Berthold yang berpangkat Captain, “Star Trek diambil pesawatnya, enggak jadi. Enggak ada Star Trek.” Selain pesawat Enterprise yang ikonik, Star Trek juga digemari filosofinya.
"Ini film yang sangat banyak pesan-pesan moralnya. Berguna untuk kehidupan sehari-hari, selain model masa depan yang sangat bagus,” kata Trekkie bernama Hilmy yang juga belajar soal etos kerja.
"Dari 700 episode Star Trek, [semua] bertempat di luar angkasa [dan] banyak model urusan atasan dan bawahan," ujar sang Commander. "It's everyday life, namun sangat kaya dengan ‘what if.’”
“Kadang,” Hilmy menambahkan, “kita tidak suka dengan atasan kita dan sebaliknya. Digambarkan semua model tersebut [dalam film] dan kita bisa belajar."
"Star Wars bukan science-fiction, dia fantasy,” kata Erianto yang berpangkat Commander. Ia mencontohkan pedang light saber di Star Wars yang bila hilang, maka bisa diganti senjata lain.
Sebaliknya, menurut Berthold yang berpangkat Captain, “Star Trek diambil pesawatnya, enggak jadi. Enggak ada Star Trek.” Selain pesawat Enterprise yang ikonik, Star Trek juga digemari filosofinya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari 700 episode Star Trek, [semua] bertempat di luar angkasa [dan] banyak model urusan atasan dan bawahan," ujar sang Commander. "It's everyday life, namun sangat kaya dengan ‘what if.’”
Simulasi Penuntas Misi
BACA HALAMAN BERIKUTNYA