Kostum tersebut merupakan hasil produk lokal. Penjahit dalam negeri dipilih karena beberapa alasan, misalnya kualitas dan harga. Menurut Hilmy, kostum buatan luar negeri malah kerap tidak pas di badan.
"Alasan ke-dua," Hilmi menambahkan, "yang versi resmi di atas US$300 [Rp3,9 juta], yang branded banget untuk Star Wars dan Star Trek range-nya US$800-1.700 [Rp10 juta-22 juta]."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Commander Hilmy mengakui bahwa faktor harga juga dipikirkan matang-matang agar bisa laku terjual. "Terlalu mahal, sedikit yang beli. Padahal yang suka banyak banget," katanya.
Selain kostum, komunitas ini juga menyediakan logo Starfleet yang biasa dikenakan di dada sebelah kiri awak Enterprise. Logo tersebut memiliki dua jenis bahan, ada yang logam dan ada pula yang bordir.
"Yang menyerupai [aslinya] tentu dari logam. Cuman memang bisa agak mahal, US$40 [Rp523 ribu] belum ongkir ke Indonesia," paparnya. Untuk mengakali harga tersebut, Commander Hilmy akhirnya membuat logo dengan versi bordir.
"Bordir Starfleet Delta Insignia itu bisa dijahit langsung ke kostum. Jadi difoto tetap bagus," katanya.
Pemesanan kostum ini harus melalui beberapa prosedur. Awalnya, komunitas ini menyediakan pengukuran kostum untuk anggotanya. Namun, proses pembayaran usai pengukuran tersebut seringkali membuat proses ini terhambat. Untuk itu, prosedur pun dipermudah.
"Kita buat pake size, SS, S, M, L, XL, dan seterusnya. Semua pesan sesuai size, transfer dulu, konfirmasi via formulir dan sebutkan nomor handphone dan e-mail, lalu delivery," katanya menjelaskan. Proses pembuatan kostum ini memakan waktu dua hingga minggu.
Pecinta Star Trek yang non-anggota IST pun boleh untuk memesan kostum Star Trek. Sementara bagi anggota IST, kostum dan logo ini biasanya digunakan saat melakukan kopi darat dan juga pada acara-acara khusus.
"Acara penting kita yang tahunan ada tiga. First Contact Day, ultah komunitas tanggal 3 Januari. Namun, diresmikannya pada 15 April. Jadi tanggal kumpul jadi 15 April. [Ke-dua] Star Trek Day, itu ultah Star Trek tanggal 8 September, pertama kali Star Trek ditayangkan CBS di TV Amerika," ujarnya.
Perasaan bangga diakui Commander Hilmy menyelimuti hatinya setiap kali mengenakan kostum Star Trek. Meski beberapa keluarga dan kerabat bertanya-tanya soal kefanatikannya pada Star Trek, namun Commander Hilmy tetap santai.
Lalu, soal kepangkatan, Captain Erianto menjelaskan, "Disesuaikan dengan usia," katanya. Hal tersebut rupanya diadopsi Admiral Berthold dari kepramukaan.
Anggota yang berusia di bawah 10 tahun memiliki pangkat Cadet, 10-19 tahun menjadi Ensign, 20-29 menjadi Lieutenant, 30-39 menjadi Commander, 40-49 menjadi Captain, dan lebih dari 50 tahun menjadi Admiral.
Terbukti, efek dahsyat Star Trek mampu melampaui masa dan usia.
(vga/vga)