Dokumenter tentang PKI Masuk 100 Film Terbaik Abad Ke-21

Rizky Sekar Afrisia, CNN Indonesia | Rabu, 24/08/2016 11:33 WIB
Dokumenter tentang PKI Masuk 100 Film Terbaik Abad Ke-21 Joshua Oppenheimer, sutradara The Act of Killing. (REUTERS/Mario Anzuoni)
Jakarta, CNN Indonesia -- Spotlight, Birdman, dan 12 Years a Slave boleh membawa pulang Piala Oscar sebagai Film Terbaik Academy Awards. Namun mereka bukan film terbaik pilihan 177 kritikus film dari 36 negara.

Melalui penarikan suara sederhana yang dilakukan BBC Culture dan dikutip Independent, ratusan kritikus itu memilih film terbaik versi mereka. Hasilnya, Mulholland Drive karya David Lynch yang dirilis pada 2001 dipilih sebagai film terbaik abad ke-21 lewat polling itu.

Menyusul di belakangnya adalah film dari tahun-tahun yang berdekatan, yakni In the Mood for Love garapan Wong Kar-wai yang rilis 2000 dan There Will Be Blood garapan Paul Thomas yang rilis 2007.


Birdman tidak ada dalam daftar, sementara Spotlight di peringkat ke-88 dan 12 Years a Slave berada di posisi ke-42 dalam daftar film itu.

Bukan berarti tidak ada film yang rilis belakangan ini masuk dalam daftar. Masih ada The Tree of Life garapan Terrence Malick dan Boyhood dari Richard Linklater yang masuk 10 besar film terbaik abad ini.

Film itu masing-masing dirilis pada 2011 dan 2014. Boyhood menempati peringkat ke-lima, sementara The Tree of Life ada di posisi ke-tujuh dalam daftar.

Film populer yang masuk dalam daftar 100 karya dari berbagai negara itu antara lain No Country for Old Men (peringkat ke-10), Pan's Labyrinth (peringkat ke-17), Mad Max: Fury Road (peringkat ke-19), dan The Social Network (peringkat ke-27).

Ada pula film animasi dalam daftar itu, seperti Wall-E (peringkat ke-29), Inside Out (peringkat ke-41), Finding Nemo (peringkat ke-90), dan kartun tentang tikus koki Ratatouille (peringkat ke-93).

Menariknya, film dokumenter yang mendapat peringkat paling tinggi dalam daftar itu adalah The Act of Killing. Garapan sutradara Joshua Oppenheimer itu berada di peringkat ke-14.

Itu merupakan film pertama yang dibikin Oppenheimer yang mengungkap brutalnya pembantaian Partai Komunis Indonesia pada 1965. Jutaan orang dibantai masa itu karena dicap PKI.

The Act of Killing alias Jagal mengambil sudut pandang salah satu penjagal, yang mengaku melakukan pembantaian karena menganggap PKI, seperti disebut-sebut pemerintah, musuh negara.

Film yang saat pertama dirilis langsung menghebohkan dunia karena mengungkap salah satu aib negara itu, pernah masuk nominasi Academy Awards sebagai Film Dokumenter Terbaik, namun  kalah oleh 20 Feet from Stardom.

Oppenheimer mengumumkan masuknya The Act of Killing sebagai salah satu film terbaik pilihan kritikus abad ini, di akun media sosialnya.

"Merasa terhormat The Act of Killing disebut sebagai Film Ke-14 Terbaik Abad Ke-21," tulisnya. (rsa/rsa)