Marion Cotillard, 'Bank' Seksi Perancis di Antara Brangelina

Rizky Sekar Afrisia, CNN Indonesia | Rabu, 21/09/2016 10:33 WIB
Marion Cotillard, 'Bank' Seksi Perancis di Antara Brangelina Marion Cotillard, perempuan yang disebut-sebut ada di antara Brad Pitt dan Angelina Jolie. (REUTERS/Benoit Tessier)
Jakarta, CNN Indonesia -- Di tengah perceraian pasangan serasi Hollywood, Angelina Jolie dan Brad Pitt, nama Marion Cotillard menyeruak. Dikabarkan, 12 tahun pernikahan Jolie dan Pitt—yang punya nama bersama Brangelina—kandas setelah skandal Pitt dengan Cotillard.

Page Six bahkan memberitakan, Jolie menyewa detektif pribadi untuk mengawasi suaminya. “Karena dia [Jolie] merasa dia [Pitt] membodohinya dengan bermain dengannya [Cotillard] di lokasi syuting. Ternyata itu terbukti,” kata seorang sumber.

Pitt dan Cotillard disatukan oleh sebuah film berjudul Allied. Sang aktor 52 tahun harus beberapa kali beradegan mesra dengan lawan mainnya itu. Selama berbulan-bulan mereka syuting di London untuk film drama tentang Perang Dunia II itu.


Selama itu pula lah, dikabarkan Pitt berselingkuh dari Jolie. Disebut-sebut ia berpesta layaknya pria lajang. “Atmosfer [lokasi syuting] dipenuhi obat-obatan dan pelacur Rusia, dan Angie dibilangi Pitt ‘tenggelam’ di dalamnya,” ujar sumber lagi.

Bagaimana pun gosip beredar, pihak Cotillard sebenarnya sudah membantah. Dikatakan ia masih bersama pasangannya, aktor Perancis Guillaume Canet.

“Mereka masih sering bersama. Mereka sudah menjadi pasangan sejak 2007 dan punya satu anak, meskipun tidak pernah menikah,” ujar sumber dekat Cotillard.

Siapa sebenarnya Cotillard?

Ia dikenal sebagai aktris seksi asal Perancis. Namanya meledak setelah berperan dalam La Vie en Rose pada 2007. Lewat situ, ia memenangi banyak penghargaan.

Selain itu, filmnya juga termasuk A Very Long Engagement (2004), Nine (2009), Inception (2010), Midnight in Paris (2011), Rust and Bone (2012), The Immigrant (2013), Two Days, One Night (2014), dan Macbeth (2015).

Ia juga muncul di Chloe (1996), Furia (1999), Lisa (2001), Pretty Things (2001), Big Fish (2003), Toi et Moi (2006), Dikkenek (2006), A Good Year (2006), Public Enemies (2009), Contagion (2011), The Dark Knight Rises (2012), The Little Prince (2015), dan April and the Extraordinary World (2015).

Filmnya yang banyak itu membuat Cotillard disebut sebagai 'bank Perancis' alias Aktris Perancis Paling Menghasilkan Abad ke-21. Total penjualan tiket filmnya menghasilkan lebih dari US$37 juta sepanjang 2001 sampai 2014. Wajahnya juga dikenal sebagai Lady Dior khusus untuk tas tangan mereka, sejak 2008.

Mengutip The Daily Telegraph, ada beberapa kesamaan antara dirinya dan Jolie.

Kalau Angelina Jolie aktif di PBB, Cotillard juru bicara Greenpeace. (REUTERS/UNHCR/Andrew McConnell)

Selain serius mendalami pekerjaan utamanya sebagai aktris, ia juga aktif di kegiatan sosial. Kalau Jolie banyak terlibat dalam PBB dan isu pengungsi, Cotillard merupakan juru bicara Greenpeace dan seorang pemerhati lingkungan hidup.

Bukan hanya itu, Cotillard juga seorang penulis lagu. Kemampuannya menyanyi juga sudah teruji lewat La Vie en Rose, di mana ia memerankan seorang penyanyi Perancis. Dari situ ia mengantongi Academy Award, BAFTA Award, Cesar Award, Lumieres Award, dan Golden Globe Award. Ia bahkan satu-satunya pemenang Academy Awards (pada 2016) yang dalam penampilannya di film berbahasa Perancis.

Kemampuan akting Cotillard didapat dari sang ayah Jean-Claude Cotillard yang merupakan aktor, guru, dan sutradara yang pernah memenangi Moliere Award. Ibunya juga merupakan aktris drama yang juga pengajar. Kedua saudara laki-lakinya yang kembar pun menggeluti bidang yang sama: penulis naskah dan sutradara.

Sejak kecil, Cotillard sudah terbiasa berakting. Penampilan pertamanya adalah di salah satu panggung drama yang ayahnya buat. Beranjak dewasa, ia ‘lompat’ dari satu panggung teater ke panggung teater lainnya. Kelamaan, ia muncul di televisi.

Peran pertama yang mengharuskannya berbahasa Inggris didapat di usia 17 tahun. Tapi baru pada pertengahan 1990-an lah aktris kelahiran Paris, 30 September 1975 itu benar-benar memulai kariernya sebagai aktris di dunia perfilman yang lebih besar.

Ia pindah ke Hollywood pada 2003, saat mendapat peran dalam film Tim Burton, Big Fish. Itu merupakan film Amerika pertamanya. Ia bersanding dengan Helena Bonham Carter, Albert Finney, Ewan McGregor, Jessica Lange, juga Allison Lohman.

Tapi lewat La Vie en Rose lah ia mengguncang dunia perfilman. Itu tak lepas dari tangan sutradara Olivier Dahan, yang bahkan sebelum bertemu Cotillard sudah melihat kesamaan antara mata sang aktris dengan penyanyi yang ia mainkan, Edith Piaf.

Di tengah gelimang prestasi itu, nama Cotillard muncul karena disebut-sebut sebagai perempuan di antara Brangelina. Meski begitu, karyanya tetap menanti. Cotillard masih punya sederet karya di bidang film maupun musik untuk ditunjukkan. (rsa/rsa)