Dian Sastrowardoyo Sempat Dianggap Tua Perankan Kartini

Agniya Khoiri, CNN Indonesia | Kamis, 15/12/2016 15:08 WIB
Dian Sastrowardoyo Sempat Dianggap Tua Perankan Kartini Dian Sastrowardoyo bersama Adinia Wirasti dan Ayushita saat menghadiri preview film-film Legacy Pictures di Epicentrum XXI, Jakarta, Rabu (14/12). (Foto: CNN Indonesia/Agniya Khoiri)
Jakarta, CNN Indonesia --
Sebelum dipercayakan membawakan peran Kartini dalam film yang disutradarai Hanung Bramantyo, aktris Dian Sastrowardoyo mengaku sempat ditawari menjadi Ngasirah (ibu Kartini) muda. Alasannya, karena ia dianggap tua sebagai Kartini.

Bagi Dian, bermain dalam film Kartini adalah salah satu keinginannya karena kagum dengan sosok pahlawan dari Jepara itu. Sewaktu mengetahui Hanung tengah menggarap film biopik Kartini, Dian mengaku sangat bersemangat untuk dapat terlibat.

"Saya pengen banget casting, tapi saat itu ditawarkannya peran ibu Ngasirah Muda, karena saya ketuaan, dan mereka inginnya membuat versi Kartini saat masih muda," tutur Dian bercerita saat ditemui di Epicentrum XXI, Jakarta, Rabu (14/12).

Dian hadir dalam preview film-film yang diproduksi Legacy Pictures. Kartini termasuk salah satu film yang ditangani rumah produksi tersebut selain Firegate, Promise dan Critical Eleven. Legacy Pictures sebelumnya membuat film Kapan Kawin? dan 2015


Masih mengupas proses pembuatan film Kartini di balik layar, Dian pun mengenang kembali ucapan yang disampaikan Hanung kala dirinya diminta untuk mengisi peran Ibunya Kartini semasih muda.

"Kata mas Hanung, 'Di kamu ketuaan Di, kamu jadi Ngasirah muda saja'. Saya bilang 'yaudah deh', saya menerima nasib sebagai aktris yang beranjak semakin tua," ungkapnya lugas. 
Namun, kemudian Dian mengatakan bahwa seiring berjalannya waktu, selama masa pengembangan cerita, ia pun diminta untuk memerankan tokoh idolanya tersebut. Meski umur yang diperankan tak sesuai umurnya kini.

"Saya bersikukuh Dian yang jadi Kartini, ini bukan film yang mudah dijual. Tapi berbeda dengan adanya Dian, Dian itu pilihan yang tepat dan yang terbaik," kata Robert Ronny, produser film Kartini.

Tak ayal Dian pun merasa bersyukur bahwa dirinya dipercayakan untuk memerankan Kartini, dan mendapat penawaran serta kesempatan mengisi peran Kartini itu.

"Akhirnya mendapatkan peran Kartini ini, saya rasa ini menjadi kesempatan yang harus saya pergunakan sebaik-baiknya. Dan benar seiring perjalanan mempelajari Kartini, melakukan riset, jadi lebih mengerti tentangnya," ungkap Dian.

Pemeran Cinta dalam film Ada Apa Dengan Cinta? itu pun menambahkan, "Ini perjalanan yang berharga banget dan karena ini jadi belajar banyak buat saya."

Film Kartini bercerita tentang perjuangan Kartini (Dian Sastrowardoyo), pahlawan wanita yang populer di Indonesia. Pada awal 1900 Masehi, wanita tidak diperbolehkan memperoleh pendidikan yang tinggi. Bahkan untuk Ningrat sekalipun.

Wanita Ningrat Jawa saat itu hanya diharapkan menjadi Raden Ayu dan menikah dengan seorang pria Ningrat. Kartini tumbuh dengan melihat langsung bagaimana Ibu kandungnya Ngasirah (Christine Hakim) menjadi orang terbuang di rumahnya sendiri, dianggap pembantu hanya karena tidak mempunyai darah Ningrat. Sementara Ayahnya, Raden Sosroningrat (diperankan Deddy Sutomo) tak juga berdaya melawan tradisi saat itu.

Kartini kemudian dikisahkan berjuang sepanjang hidupnya untuk memperjuangkan kesetaraan hak bagi semua orang, juga pendidikan, terutama untuk perempuan. Bersama kedua saudarinya, Roekmini (Acha Septriasa) dan Kardinah (Ayushita Nugraha), Kartini membuat sekolah untuk kaum miskin dan menciptakan lapangan kerja untuk rakyat Jepara dan sekitarnya.

Selain Dian, film yang dijadwalkan rilis di bioskop pada 20 April 2017 itu turut dibintangi pula oleh Reza Rahadian, Denny Sumargo, dan Nova Eliza.
(rah/rah)