Reuni itu sudah ditunjukkan sejak November silam, saat Skrillex mengunggah video bersama From First to Last berlatar studio, dengan cuplikan suara metal. Karya baru mereka diberi tajuk Make War.
Sayang, hanya selang beberapa jam setelah lagu itu dirilis Skrillex mendapat tudingan plagiarisme. Artwork cover lagu itu dianggap menjiplak artwork milik band asal San Francisco, Culture Abuse.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka lalu mengumbar kesamaan kedua sampul lagunya. Mereka menganggap buah peach dengan lilitan kawat berduri itu mirip dengan desain album mereka yang berjudul Peach.
Ia melanjutkan, “Begitu mirip sekali dan kebetulan. Kami tentu akan sangat menghormati dan menghargai karya artis lainnya.”
Cultural Abuse merupakan band beraliran grunge, hardcore dan punk. Mereka telah merilis beberapa album, di antaranya The Day Dreams of Nothing, Spray Paint The Dog, serta Peach.
Sementara Skrillex dan From First to Last punya sejarah sejak 2004. Saat itu mereka bekerja sama dengan Epitaph Record untuk menghasilkan dua album: Dear Diary, My Teen Angst Has A Bodycount (2004) dan Heroine (2006).
Tapi Skrillex memilih hengkang karena gangguan pita suara. Ia kemudian fokus pada kariernya sebagai DJ dan produser. Kreativitasnya tetap berjalan.
Pada 2014, Skrillex sendiri telah merilis Recess. Tahun lalu, ia ambil bagian dalam pembuatan lagu tema film Suicide Squad. Ia berkolaborasi dengan rapper Rick Ross untuk lagu Purple Lamborghini.