Karya Baru Skrillex Tersandung Masalah Plagiarisme

Rizky Sekar Afrisia, CNN Indonesia | Selasa, 17/01/2017 20:22 WIB
Karya Baru Skrillex Tersandung Masalah Plagiarisme Skrillex terkena tudingan plagiarisme. (REUTERS/Danny Moloshok)
Jakarta, CNN Indonesia -- Baru saja Skrillex mengejutkan penggemar dengan karya baru. Ia bergabung kembali dengan band-nya yang beraliran Emo, From First to Last. Itu dilakukan dalam rangka ulang tahunnya yang ke-29.

Reuni itu sudah ditunjukkan sejak November silam, saat Skrillex mengunggah video bersama From First to Last berlatar studio, dengan cuplikan suara metal. Karya baru mereka diberi tajuk Make War.

Sayang, hanya selang beberapa jam setelah lagu itu dirilis Skrillex mendapat tudingan plagiarisme. Artwork cover lagu itu dianggap menjiplak artwork milik band asal San Francisco, Culture Abuse.


Sampul lagu Make War sendiri menggambarkan buah peach yang dililit kawat berduri. Karya seni visual itu didesain oleh Sus Boy dan Jabbathekid. Tapi Culture Abuse berkicau melalui akun Twitter-nya, “Hai, bisakah saya menyontek pekerjaan Anda? @Cultureabuse”.

Mereka lalu mengumbar kesamaan kedua sampul lagunya. Mereka menganggap buah peach dengan lilitan kawat berduri itu mirip dengan desain album mereka yang berjudul Peach.

Skrillex menanggapi itu dengan santai. Melalui Twitter pula ia berkicau, “Kami ingin meyampaikan bahwa kami telah menyadari gambar buah persik yang tertera pada artwork Culture Abuse mirip dengan milik kami yang telah dirilis kemarin.”

Ia melanjutkan, “Begitu mirip sekali dan kebetulan. Kami tentu akan sangat menghormati dan menghargai karya artis lainnya.”

Cultural Abuse merupakan band beraliran grunge, hardcore dan punk. Mereka telah merilis beberapa album, di antaranya The Day Dreams of Nothing, Spray Paint The Dog, serta Peach.

Sementara Skrillex dan From First to Last punya sejarah sejak 2004. Saat itu mereka bekerja sama dengan Epitaph Record untuk menghasilkan dua album: Dear Diary, My Teen Angst Has A Bodycount (2004) dan Heroine (2006).

Tapi Skrillex memilih hengkang karena gangguan pita suara. Ia kemudian fokus pada kariernya sebagai DJ dan produser. Kreativitasnya tetap berjalan.

Pada 2014, Skrillex sendiri telah merilis Recess. Tahun lalu, ia ambil bagian dalam pembuatan lagu tema film Suicide Squad. Ia berkolaborasi dengan rapper Rick Ross untuk lagu Purple Lamborghini.