Nia Dinata Sebut Jakarta Perlu Bioskop Merakyat

Lalu Rahadian, CNN Indonesia | Rabu, 22/03/2017 18:28 WIB
Nia Dinata Sebut Jakarta Perlu Bioskop Merakyat Nia Dinata berharap ada bioskop yang lebih merakyat di Jakarta. (Foto: CNN Indonesia/M Andika Putra)
Jakarta, CNN Indonesia -- DKI Jakarta dipandang memerlukan keberadaan bioskop yang merakyat bagi warganya. Selama ini, layar lebar bagi penduduk Ibu Kota dianggap terpusat di pusat-pusat perbelanjaan modern atau mal.

Sineas Nia Dinata berkata, calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta harus memikirkan cara untuk membangun bioskop yang merakyat. Menurutnya, harus ada layar lebar yang didirikan di pusat keramaian namun di luar mal.

"Butuh bioskop-bioskop yang lebih merakyat. Karena kan saya saja malas masuk ke mal hanya untuk nonton," katanya di Rumah Cemara 19, Jakarta, Rabu (22/3).



Sutradara film Arisan itu mengusulkan adanya bioskop yang didirikan di pasar atau rumah toko sekitar pusat keramaian. Ia berpandangan, bioskop yang didirikan di luar mal tak harus besar.

Nia menyebut keberadaan layar lebar di luar pusat perbelanjaan modern dapat mendekatkan film ke anak muda dan orang tua. Menurutnya, bioskop di luar mal dapat didirikan jika kerjasama antara Pemprov DKI dan pihak swasta terjalin.

"Kalau di pasar kan targetnya jelas, ibu-ibu yang ke pasar juga perlu nonton. Tapi kalau untuk orang yang tak ke pasar, papa-papa muda misalnya, di pinggir jalan saja tanpa harus masuk mal. Jadi misal dalam setiap kecamatan harus punya bioskop yang tak masuk ke mal, itu kan jadi enak kita," katanya.


Saat ini, kedua pasang cagub dan cawagub di Pilkada DKI telah memiliki programnya masing-masing untuk mengembangkan dunia perfilman.

Cagub dan cawagub petahana Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat berjanji akan membuka bioskop di pasar jika terpilih kembali menjadi pemimpin. Sudah ada dua tempat yang direncanakan oleh Ahok untuk dibangun bioskop yaitu Terminal Pulo Gebang dan Pasar Kramat Jati.

"Kami sedang menyiapkan bioskop-bioskop di pasar-pasar kami termasuk di terminal yang cocok untuk bioskop-bioskop yang tiketnya mungkin Rp5.000 sampai Rp10.000," kata Ahok di Jakarta, Sabtu (18/3).


Sementara pesaingnya, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, memiliki keinginan untuk menggelar kembali Jakarta International Film Festival. Mereka juga hendak membuat layar tancap keliling yang memutar film berkualitas untuk warga.

"Selain membuat Jakarta Internasional Film Festival, Pemda DKI Jakarta juga mengadakan layar tancap keliling untuk menghadirkan bioskop rakyat dengan memutar film-film berkualitas sehingga mampu menghadirkan hiburan-hiburan bagi masyarakat," tulis tim sukses Anies-Sandi di situs kampanye mereka.