Anto Hoed Curhat Indonesia Kurang Pemain Musik Orkestra

Puput Tripeni Juniman, CNN Indonesia | Jumat, 05/05/2017 06:35 WIB
Anto Hoed Curhat Indonesia Kurang Pemain Musik Orkestra Meski banyak orang di Indonesia yang mampu memainkan alat musik, namun musisi Anto Hoed menilai bahwa Indonesia masih kekurangan pemain musik orkestra. (CNN Indonesia/Puput Tripeni Juniman)
Jakarta, CNN Indonesia -- Musisi Anto Head menilai Indonesia masih kekurangan pemain musik untuk orkestra. Suami dari penyanyi Melly Goeslow itu menjelaskan ada ketimpangan jumlah pemain musik di Indonesia.

Menurut Anto, pemain musik di Indonesia lebih banyak memainkan gitar, piano, dan biola. Sedangkan, jenis alat musik lainnya kurang diminati meski permintaan tergolong tinggi.

"Kita masih kekurangan pemain musik tertentu. Pemain gitar, piano, biola banyak. Tetapi yang lain yang lebih spesifik masih kurang seperti tiup seperti pemain basun dan oboe," tutur Anto di Gedung Kesenian Jakarta, Kamis (4/5).

Ketua komite musik Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) itu menjelaskan dia kerap kesulitan menemukan pemain musik jenis tiup. Anto juga bercerita dia kesusahan mencari orkestra besar untuk pengiring musik di film.


"Ini berawal dari pengalaman cukup panjang sehingga saya mengalami kekecewaan ketika saya perlu orkestra besar. Saya tidak punya dan kejadian di film Habibie & Ainun," ujar Anto.

Orkestra, tutur Anto, sampai saat ini masih digunakan dalam pembuatan film termasuk yang terbaru, Kartini. Meski permintaan ada, orkestra untuk alat musik tertentu masih sulit ditemukan.

Padahal, menurut Anto, jika kebutuhan akan pemain musik itu tersedia maka akan menguntungkan Indonesia dari segi ekonomi. Pasalnya, beberapa film membuat musik hingga ke China dan mengeluarkan biaya yang mahal.

"Kita pernah ke Beijing untuk sebuah film dan menurut saya uang yang begitu besar kenapa dibawa ke sana. Secara ekonomi tidak ada gunanya. Mending buat sendiri, uangnya berputar di bangsa kita," kata Anto,

Sejak kekurangan pemain musik itu, Anto terus mencari pemain musik termasuk menggelar Jakarta City Philharmonic (JCP), ajang pertunjukan konser orkestra dari DKJ.

JCP tahun ini bakal memiliki delapan seri yang bakal digelar dari bulan Mei hingga November 2017. JCP akan memainkan orkes musik klasik dunia dan karya komposer Indonesia.

Anto menjelaskan JCP bertujuan agar Indonesia memiliki mutu dan kualitas bermusik yang tinggi. Anto menilai program itu sebagai bentuk investasi untuk dunia orkestra Indonesia.

"Saya optimis ya bahwa ini bisa jadi wadah yang baik untuk pemain baru dan muda untuk bangsa kita," ujar Anto.