Kembali ke Zaman Sherina Berperban dan Berbekal Cokelat

Agniya Khoiri, CNN Indonesia | Senin, 18/09/2017 20:22 WIB
Kembali ke Zaman Sherina Berperban dan Berbekal Cokelat Cuplikan adegan Sherina dan Sadam di Bosscha dalam drama musikal Petualangan Sherina. (CNN Indonesia/Agniya Khoiri)
Jakarta, CNN Indonesia -- Matahari bersinar terang
Seolah tersenyum senang
Walau panas menyengat
Kami tetap gembira

Daun-daun bergerak riang
Seiring dengan langkahku
Bebas berlari berkejaran
Bersama kawan tersayang

Persis seperti pembuka filmnya, drama musikal Petualangan Sherina juga dibuka dengan aksi Sherina bersama kawan-kawannya menikmati hari sepulang sekolah. Mereka berlarian, menari seirama dan menyanyikan lagu dengan latar perkotaan.


Dialog, adegan, suasana serta alur bisa dibilang 80 persen sama dengan filmnya. Kisahnya masih sama tentang gadis kecil pemberani yang marah karena keputusan ayahnya.


Pulang sekolah, Sherina menerima kabar bahwa sang ayah pindah kerja ke Bandung. Ia marah sekaligus sedih karena harus ikut pindah, beradaptasi dengan lingkungan baru dan teman-teman di sekolah baru.

Apalagi dia harus berhadapan dengan Sadam, anak nakal di sekolah barunya yang kerap menindas teman-teman satu kelas bersama Dudung Ican. Sherina pun tak lepas dari tingkah nakal Sadam dan kawan kawan. Namanya diejek, kursinya pun diolesi lem.

Merasa jengah melihat kawan-kawan di sekolah barunya yang diam saja dengan tingkah Sadam, Sherina sang pemberani pun melawannya. Dia melawan Sadam sembari menyanyikan lagu Jagoan.

Sherina kembali dipentaskan lewat drama musikal.Sherina kembali dipentaskan lewat drama musikal. (CNN Indonesia/Agniya Khoiri)
Adegan itu tentunya menjadi bagian yang paling ikonis. Tim produksi sengaja mengemasnya agar pengunjung yang sudah menyaksikan filmnya terbawa ingatannya pada masa itu, saat kelompok Sherina dan Sadam saling beradu tentang siapa dan apa makna jagoan.

Yang namanya jagoan harus membela yang lemah
Yang namanya jagoan biasanya nggak pakai rok

Yang namanya jagoan harus rela berkorban
Yang namanya jagoan biasanya nggak pakai perban

Adegan berlanjut ke keluh kesah Sherina pada orang tuanya soal tingkah Sadam. Untuk meredakan kekesalannya, ayah dan ibu pun mengajak Sherina berlibur ke perkebunan tempat rekan ayahnya, Pak Ardiwilaga. Tapi di sana petualangan baru justru dimulai.

Ardiwilaga, rekan kerja ayahnya ternyata orangtua dari Sadam, musuh Sherina di sekolah.

Adegan Sherina di sekolah bersama teman-temannya.Adegan Sherina di sekolah bersama teman-temannya. (CNN Indonesia/Agniya Khoiri)
Kedua bocah itu ‘dipaksa’ main bersama. Sadam pun mengajak Sherina adu cepat ke planetarium Bosscha, melewati perkebunan, hutan, sampai hal-hal yang tak diduga.

Seperti filmnya, Sadam diculik oleh anak buah penguasa yang ingin membeli perkebunan Ardiwilaga. Sherina berhasil lolos, dan tak mau tinggal diam melihat kawannya disekap.

Ia pun menyusup hingga berhasil pulang dan melaporkan dalang di balik penculikan Sadam.


Dari situlah Sadam lantas mengakui bahwa Sherina memang pemberani. Hubungan keduanya pun membaik. Sherina berhasil mengubah Sadam tak lagi menjadi anak nakal. Sadam juga jadi lebih bertanggung jawab atas perbuatan dia pada teman-teman sekolahnya.

Setiap manusia di dunia
Pasti punya kesalahan
Tapi hanya yang pemberani
Yang mau mengakui

Setiap manusia di dunia
Pasti pernah sakit hati
Hanya yang berjiwa satria
Yang mau memaafkan

Cerita sederhana itu pernah jadi inspirasi anak-anak saat tayang awal 2000-an. Dari layar lebar, Petualangan Sherina kini menjelma ke atas panggung dan menjadi nostalgia bagi anak-anak atau remaja 90-an. Meski begitu, kisahnya masih relevan disaksikan di masa kini.

Sherina kembali dimainkan.Sherina kembali dimainkan. (CNN Indonesia/Puput Tripeni Juniman)
Dikemas dengan sedikit bumbu atau celoteh kekinian, jiwa dari cerita Petualangan Sherina dalam versi drama musikalnya masih begitu kental seperti filmnya. Ada sedikit perubahan, memang. Seus Natasha digambarkan lebih aktif. Namun kehadirannya membawa kesegaran baru.

Detail dialog, set lokasi, hingga musik menyatu sebagai sebuah suguhan menarik. Karakter Sherina bahkan masih dengan gaya khasnya, gadis kecil yang gemar menempel perban meski tak ada luka dan selalu ada bekal permen cokelat di tasnya, walau ia bukan lagi Sherina Munaf.

Gemuruh tepuk tangan penonton menggema ruangan Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki usai pertunjukan dipentaskan. Beberapa adegan tertentu seperti saat Sherina dan Sadam duduk berdua dalam pelarian mereka ke Bosscha sebelum ketahuan penculik, dapat apresiasi lebih.

Drama musikal Petualangan Sherina telah berlangsung tiga hari, 15-17 September lalu.

Para pemain drama musikal Petualangan Sherina mendapat tepuk tangan meriah.Para pemain drama musikal Petualangan Sherina mendapat tepuk tangan meriah. (CNN Indonesia/Agniya Khoiri)