Perjuangan Joko Anwar Cari Lokasi Syuting 'Pengabdi Setan'

Agniya Khoiri, CNN Indonesia | Selasa, 26/09/2017 18:03 WIB
Perjuangan Joko Anwar Cari Lokasi Syuting 'Pengabdi Setan' Sutradara Joko Anwar mengaku berjuang keras mendapatkan lokasi syuting yang paling pas untuk garapan ulang film horor lawas 'Pengabdi Setan.' (Dok. Rapi Films)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mendapati kepercayaan untuk menggarap ulang film horor lawas Pengabdi Setan bukanlah hal mudah bagi sutradara Joko Anwar. Sejak mengarahkan film Janji Joni sekitar 10 tahun yang lalu, Joko telah bermimpi untuk menggarap ulang film horor '80-an itu.

Joko mengungkap, Pengabdi Setan menjadi film orisinal yang menggerakkan Joko untuk menjadi sineas.

"Pengabdi Setan itu film yang buat saya ingin jadi sineas. Waktu kecil sering nonton ke bioskop, kalau bisa beli tiket. Kalau enggak, mengintip lewat lubang angin. [Film] ini salah satu yang berhasil ditonton di dalam bioskop," katanya saat ditemui CNNIndonesia.com beberapa waktu lalu.
Setelah perjuangan, bujuk rayu hingga akhirnya pembuktian keseriusan untuk menggarap ulang film tersebut, Joko berhasil mendapatkan perhatian produser Rapi Film Sunil Samtani.


Kebetulan Rapi Films memang ingin membuat ulang film itu, meski sebetulnya rumah produksi itu sebenarnya sudah memiliki calon sutradara. Beruntung, ide Joko tampak lebih menarik bagi Sunil.

Namun setelah berhasil dikukuhkan menjadi sutradara film Pengabdi Setan versi baru, perjuangan Joko belum usai. Dia masih perlu mengemas film yang terbilang legendaris setidaknya lebih baik dari yang sebelumnya.
Salah satu perjuangan keras Joko adalah pencarian lokasi syuting yang dianggap dapat mewakili visualisasi cerita. Ia mengaku bahwa hal itu adalah yang cukup sulit selama masa produksi.

"Susah karena ketika syuting apapun, sampai di lokasi akan kebayang cerita yang muncul di layar nanti, terlebih seperti Pengabdi Setan yang harus kerasa atmosfer, dan itu baru dapatnya di Pengalengan, Jawa Barat," ungkapnya.

Sebelum menemukan lokasi yang tepat di Pengalengan, tim produksi Pengabdi Setan membutuhkan waktu selama empat bulan untuk pencariannya. Itu dimulai dari pencarian di daerah Ibu Kota Jakarta.
"Maunya di Jakarta, tim yang cari itu sampai stres sudah datangi semua rumah tapi enggak dapat yang pas. Sampai akhirnya diputuskan agar radius dikembangin ke daerah Megamendung, Puncak," katanya.

Saat mencari di kawasan Puncak Bogor, Jawa Barat, Joko mengatakan timnya mendapatkan lokasi yang bagus dan menarik. Namun kendala izin dari pemilik serta setelah penelusuran kembali ada yang dirasa kurang cocok, mereka pun mulai mencari tempat lain.

"Ada di Puncak yang bagus, cari tahu punya siapa, ternyata punya Pertamina. Masukkin surat, karena enggak dapat kontaknya, cari yang kenal bahkan sampai Kepala Bekraf ikut mencarikan lokasi. Sudah dapat tapi enggak cocok," katanya Joko.
Radius pencarian pun kembali diperluas, hingga akhirnya menemukan sebuah rumah tua di daerah Pengalengan yang cukup jauh dari lokasi awal yang diinginkan.

"Perjalanan bisa 7 sampai 8 jam ke lokasi tersebut, itu pun pas awal seperti tak layak pakai. Bangunan sudah lapuk, banyak kelelewar. Akhirnya dirombak sama anak departemen art, dibuat supaya aman karena itu menggunakan lantai dua dengan kru saat syuting bisa 20-30 orang, dicat ulang juga," tuturnya.

[Gambas:Youtube] (res/res)