Niat Pinjam Lukisan Van Gogh, Donald Trump Dapat Toilet Emas

Rizky Sekar Afrisia, CNN Indonesia | Sabtu, 27/01/2018 10:31 WIB
Niat Pinjam Lukisan Van Gogh, Donald Trump Dapat Toilet Emas Donald Trump ingin meminjam lukisan Van Gogh untuk menghiasi Gedung Putih, namun ditolak. (AFP PHOTO / SAUL LOEB)
Jakarta, CNN Indonesia -- Permintaan tim Presiden Amerika Serikat Donald Trump meminjam lukisan Van Gogh untuk menghiasi Gedung Putih ditolak. Presiden bisa meminjam karya seni apa saja selama memerintah, untuk dipajang di kantor mereka.

Trump ingin memajang karya sang pelukis asal Belanda yang berjudul ‘Landscape with Snow’ untuk menjadi pemanis di dinding ruangan khusus ibu negara Melania Trump.

Namun yayasan museum Guggenheim di New York menolak permintaan itu, seperti diberitakan AFP. Pemimpin kurator di museum itu beralasan, lukisan yang diminta sedang dalam larangan untuk bepergian ke mana pun kecuali untuk kondisi darurat.



“Mohon maaf kami tidak bisa mengakomodasi permintaan asli Anda,” demikian penolakan mereka yang disampaikan melalui surat elektronik dari Nancy Spector. Meski demikian, Guggenheim tidak membiarkan Trump kecewa. Mereka memberikan penawaran yang lain.

Sebagai gantinya, mereka menawarkan apakah Trump mau menggunakan toilet emas 18 karat.

Karya itu berjudul ‘America’ yang merupakan karya seniman Italia, Maurizio Cattelan. Toilet emas itu sudah dipajang di Guggenheim selama hampir setahun. Toilet itu hanya bisa digunakan oleh kalangan tertentu, dengan penjagaan.

Masa pameran toilet itu hampir berakhir.


“Sang seniman bersedia menawarkannya ke Gedung Putih untuk peminjaman jangka panjang. Ini, tentu saja, sangat berharga dan sedikit rentan, namun kami akan menyediakan seluruh instruksi untuk pemasangan dan perawatannya,” demikian disampaikan Guggenheim.

Disebut-sebut, ratusan ribu orang mengantre untuk melihat toilet itu saat dipamerkan.

“Meski dibuat dari emas bernilai jutaan dolar, karya ini sama seperti karya lain yang hebat. Seperti yang dikatakan Cattelan, ‘Apa pun yang Anda makan, makan siang seharga US$200 atau hot dog senilai US$2, hasilnya sama di toilet,’” dinyatakan Guggenheim.

[Gambas:Video CNN]

Ditanya soal penawarannya kepada Gedung Putih, sang seniman 57 tahun hanya berkata kepada The Post, “Apa artinya hidup kita? Semua tidak jelas sampai kita mati, baru masuk akal.”

Gedung Putih belum menjawab penawaran itu, dan tak merespons saat dihubungi AFP. (rsa)