Keseharian 'Jadul' di Album Perdana NonaRia

Muhammad Andika Putra, CNN Indonesia | Sabtu, 27/01/2018 16:35 WIB
Keseharian 'Jadul' di Album Perdana NonaRia NonaRia akhirnya meluncurkan album perdana, setelah lima tahun bermusik bersama. (CNN Indonesia/M. Andika Putra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Grup musik NonaRia akhirnya ‘melahirkan’ album perdana self-titled yang bertajuk NonaRia, setelah lima tahun bermusik bersama. Grup itu dihuni Nesia Ardi (sner/vokal), Nanin Wardhani (akordeon) dan Yashintha Pattiasina (biola).

Album NonaRia seakan memotret kegiatan sehari-hari yang dekat dengan mereka.

Ada delapan lagu yang merangkum itu: Salam NonaRia, Senandung, Hari Bahagia, Sayur Labu, Sebusur Pelangi, Maling Jemuran, Santai, dan Antri Yuk. Masing-masing punya cerita yang seakan sepele, namun sejatinya punya arti. Salah satunya tentang kebiasaan mengantre.



“Kita kan hidup di kota besar, saya yakin orang yang ada di sini pernah mengalami diserobot. Lagu itu mengajak orang untuk antre, kalau bisa jadi karya yang berfaedah,” kata Nanin saat peluncuran album di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Album tersebut dikerjakan selama satu tahun sejak 2016. Semua lagu diciptakan, diaransemen dan diproduseri oleh tiga perempuan personel NonaRia yang berbeda latar belakang. Hanya lagu Sebusur Pelangi yang ditulis oleh Eppi S Rachman, paman dari Nesia.

NonaRia sendiri terbentuk pada 2013 dengan formasi Nesia (vokal/snare), Nanin (piano) dan Rieke Astari (akordeon). Pada 2016 Rieke pindah ke Papua, sehingga digantikan Yashinta.


“Kami bermusik karena awalnya banyak yang bilang saya, Nesia dan Rieke mirip. Akhirnya berlanjut sampai sekarang dan senang bisa merilis album,” kata Nanin.

Saat awal terbentuk, NonaRia mengusung genre jazz standard dengan membawakan lagu Indonesia zaman dahulu. Namun mereka merasa karakternya kurang kuat. NonaRia pun memutuskan untuk berubah. Kini musik mereka lebih terdengar jazz swing dan ragtime.

Nuansa zaman dulu dan karakter NonaRia semakin kuat sejak perubahan itu. Apa lagi mereka memakai busana dengan motif sama dan gaya potongan rambut yang juga ‘jadul.’  

[Gambas:Youtube]

Mereka memang sama-sama menyukai musisi lawas, seperti The Chordettes, The Andrews Sisters dan Dara Puspita. Lewat karyanya yang unik, mereka ingin menginspirasi orang lain.

“Kami banyak mendengarkan musik tahun ’20-an dan klasik. Dari sana kami banyak menemukan keindahan dan musik yang tak lekang waktu. Itu yang coba kami sampaikan. Dilihat dari lirik kami bisa didengarkan dan dinyanyikan usia tiga sampai 85 tahun,” kata Yashinta.

Trio musisi ini bukan orang baru dalam dunia musik. Nesia pernah merilis album solo dan menyanyikan lagu dalam album Aransemen Ulang Lagu Orisinil Film Tiga Dara.


Nanin dikenal pandai bermain piano sejak dulu. Beben Jazz, Inna Kamarie dan Pandji Pragiwaksono adalah sederet musisi yang pernah berkolaborasi dengannya.

Sementara Yashinta adalah pemain biola dalam Jakarta Simfonia Orchestra dan Jakarta Concert Orchestra. Kehadiran Yashinta memberikan warna baru lewat alat musik gesek itu. (rsa)