Mitos Indonesia ala Joko Anwar dalam 'Folklore' ke Kanada

Rizky Sekar Afrisia, CNN Indonesia | Sabtu, 18/08/2018 08:29 WIB
Mitos Indonesia ala Joko Anwar dalam 'Folklore' ke Kanada Serial HBO di mana Joko Anwar turut tangan menggarap satu episode, terpilih masuk TIFF 2018. (CNN Indonesia/Endro Priherdityo)
Jakarta, CNN Indonesia -- Akan ada cerita mistis asal Indonesia mejeng di Kanada. Folklore, serial televisi gagasan HBO Asia terpilih mengikuti ajang bergengsi Toronto International Film Festival (TIFF) ke-43 yang akan diselenggarakan di Toronto pada 6 hingga 16 September mendatang.

Berdasarkan keterangan pers HBO yang diterima CNNIndonesia.com, Jumat (17/8), Folklore merupakan pertama kalinya serial televisi asal Asia terpilih di program Primetime TIFF. Ada sejak 2015, program itu memilih serial televisi terbaik dan dijadikan layar lebar.

Dua dari enam episode Folklore telah terpilih.



Salah satunya berjudul A Mother's Love, yang disutradarai Joko Anwar.

Joko mengungkapkan kebanggaannya melalui Instagram soal itu. "Film saya A MOTHER'S LOVE, yang saya buat untuk HBO, berhasil masuk official selection TORONTO INTERNATIONAL FILM FESTIVAL. World premiere. Selamat buat semua cast dan crew!" ia menuliskan.

Episode yang diangkat dari mitos dan legenda tentang anak-anak hilang itu menjadi representasi Indonesia di tengah lima negara lain: Prancis, Amerika Serikat, Israel, Thailand dan Singapura. Ia bahkan setara dengan seri yang dibintangi Julia Roberts.

[Gambas:Instagram]

Berbincang dengan CNNIndonesia.com beberapa waktu lalu, Joko menuturkan ia mengambil mitos tentang makhluk yang kerap menculik anak-anak di Indonesia untuk episode Folklore yang digarapnya. Itu berangkat dari kegelisahan soal banyak kasus anak hilang yang terjadi.

"[Sebagian masyarakat] Indonesia tidak sensitif soal ini. Banyak kasus yang tak terlapor. Abang saya juga pernah hilang, dan kami tidak melaporkannya meski akhirnya ia kembali dan tak mengucapkan alasan apa pun," kata Joko sebelum produksi Folklore, di Singapura.

Folklore sendiri merupakan serial HBO Asia yang secara garis besar digarap oleh sutradara asal Singapura, Eric Khoo. Ia menggandeng enam sutradara dari enam negara yang menggarap masing-masing episode dengan cerita mereka yang merepresentasikan daerah mereka.


Selain cerita anak hilang dari sang sutradara Pengabdi Setan, ada pula mitos soal Pontianak, hantu anak kecil yang dipelihara manusia, hantu jejaka, sampai legenda tatami.

Folklore tayang di platform HBO Asia baik on-air, online dan on-demand akhir tahun ini.

Berdasarkan keterangan resmi TIFF, serial-serial itu dipilih daram program Primetime karena menyuguhkan bukan hanya cerita yang kuat, melainkan juga penggarapan sinematis.


"Serial-serial ini bukan hanya mendorong batas soal apa yang bisa disuguhkan, tetapi juga menunjukkan bagaimana itu bisa menggabungkan budaya, seni visual dan komunikasi," ujar Michael Lerman, Primetime Programmer TIFF dalam keterangan resminya.

Selain A Mother's Love, episode lain dari Folklore yang juga terpilih adalah Pob, yang disutradrai oleh Pen-Ek Ratanaruang dan mengangkat mitologi dari Thailand. (rsa)