Marsha Timothy Gantikan Happy Salma di 'Bunga Penutup Abad'

Agniya Khoiri, CNN Indonesia | Kamis, 13/09/2018 18:46 WIB
Marsha Timothy Gantikan Happy Salma di 'Bunga Penutup Abad' Marsha Timothy. (CNNIndonesia/Kiky Makkiah)
Jakarta, CNN Indonesia -- Teater Bunga Penutup Abad bakal kembali dipentaskan pada November mendatang. Pertunjukan yang diadaptasi dari novel 'Bumi Manusia' karya Pramoedya Ananta Toer ini sebelumnya telah dipentaskan pada Agustus 2016 dan Maret 2017 silam.

Dalam pementasan kali ini, sejumlah pemain utama dipastikan kembali berperan di atas panggung.

Reza Rahadian kembali memerankan karakter Minke, Lukman Sardi sebagai Jean Marais dan Chelsea Islan sebagai Annelies serta pemain cilik, Sabia Arifin sebagai May Marais.


Berbeda dengan pementasan sebelumnya, kali ini Nyai Ontosoroh akan diperankan oleh Marsha Timothy setelah pada dua pementasan sebelumnya diperankan oleh Happy Salma.

Happy yang baru melahirkan awal bulan ini akan kembali terlibat hanya sebagai produser.

"Alasan pergantian karena Happy baru melahirkan dan tidak memungkinkan untuk fokus latihan. Selain itu, dia juga ingin ajak dan menantang artis lain untuk tampil di teater," ujar Endah Dwi Ekowati, selaku humas Titimangsa Foundation kala dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (13/9).

Lebih lanjut, pemilihan Marsha sendiri disampaikan Endah karena Happy terpukau dengan penampilan istri Vino G Bastian ini di pementasan 'Perempuan-perempuan Chairil.'

Endah juga menambahkan kalau Happy tak ingin peran Nyai Ontosoroh seakan eksklusif hanya untuk dirinya, karena sosok Nyai Ontosoroh sebagai perempuan modern di zaman kolonialisme bebas ditafsirkan oleh orang lain.

"Marsha sebelumnya sudah pernah tampil di pementasan Perempuan-Perempuan Chairil, dan itu bagus, jadi pemilihannya juga atas referensi itu," tambahnya.

[Gambas:Instagram]

Teater Bunga Penutup Abad mengisahkan tentang kehidupan Nyai Ontosoroh dan Minke setelah kepergian Annelies ke Belanda.

Nyai Ontosoroh yang khawatir mengenai keberadaan Annelies, mengutus seorang pegawainya untuk menemani ke mana pun Annelies pergi, bernama Robert Jan Dapperste atau Panji Darman.

Kehidupan Annelies sejak berangkat dari pelabuhan Surabaya dikabarkan oleh Panji Darman melalui surat-suratnya yang dikirimkan pada Minke dan Nyai Ontosoroh.

Surat-surat itu bercap pos dari berbagai kota tempat singgahnya kapal yang ditumpangi Annelies dan Panji Darman.

Minke selalu membacakan surat-surat itu pada Nyai Ontosoroh.

[Gambas:Instagram]

Surat demi surat membuka sebuah pintu nostalgia antara mereka bertiga, seperti ketika pertama kali Minke berkenalan dengan Annelies dan Nyai Ontosoroh, bagaimana Nyai Ontosoroh digugat oleh anak tirinya sampai akhirnya Annelies harus dibawa pergi ke Belanda berdasarkan keputusan pengadilan putih Hindia Belanda.

Cerita berakhir beberapa saat ketika Minke mendapatkan kabar bahwa Annelies meninggal di Belanda.

Minke yang dilanda kesedihan kemudian meminta izin pada Nyai Ontosoroh untuk pergi ke Batavia melanjutkan sekolah menjadi dokter.

Ke Batavia, Minke membawa serta lukisan potret Annelies yang dilukis oleh sahabatnya Jean Marais.

Minke memberi nama lukisan itu, Bunga Penutup Abad.

Pertunjukan ini akan dipentaskan di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki pada tanggal 17 dan 18 November 2018.

Harga tiket pertunjukkan ini VVIP Rp1jt, VIP Rp750rb, Kelas 1 Rp500rb, Kelas 2 Rp300rb, dan Kelas 3 Rp200rb.

(dna/ard)