Ungkap Pelecehan di Hollywood, Ronan Farrow Menang Pulitzer

AFP, CNN Indonesia | Kamis, 04/10/2018 19:16 WIB
Ungkap Pelecehan di Hollywood, Ronan Farrow Menang Pulitzer Ronan Farrow. (AFP PHOTO / ANGELA WEISS)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ronan Farrow, wartawan yang menulis kasus dugaan pelecehan seksual produser film Hollywood, Harvey Weistein, memenangkan penghargaan jurnalistik bergengsi, Pulitzer Prize for Public Service 2018.

Tulisannya yang berisi pengakuan para korban Weinstein yang dimuat dalam majalah The New Yorker itu langsung menggugah para korban kekerasan seksual di penjuru dunia untuk sama-sama meneriakkan kampanye #MeToo.

Farrow, anak dari aktris Mia Farrow dan sutradara Woody Allen, mengaku melakukan investigasi selama berbulan-bulan sebelum menerbitkan tulisannya itu.


Dikatakannya, tak mudah membuat para korban pelecehan Weinstein buka suara, karena ada tekanan dari "petinggi Hollywood" yang mengancam karier mereka.

Bukan cuma aktris, korban-korban tersebut juga berasal dari balik layar, mulai dari kru film sampai staf rumah produksi.

Tulisan yang diterbitkannya tak cuma viral dan memenangkan Pulitzer Prize for Public Service.

Akibat terpaparnya pengakuan korban, bak bola salju yang bergulir korban lain ikut buka suara. Saat ini Weinstein telah menjalani persidangan.

Ia bahkan diminta mengenakan GPS untuk melacak keberadaannya yang dalam masa hukuman percobaan.

Selain Weinstein, pria-pria yang dituduh sebagai pelaku pelecehan seksual di AS sejak era 1980an juga ikut mundur dari jabatannya.

Tak sedikit dari mereka yang memiliki karier cemerlang, seperti mantan CEO stasiun televisi CBS, Les Moonves, yang namanya harum di industri hiburan Paman Sam.

Belum lama ini Farrow bersama rekannya, Jane Mayer, menulis kasus dugaan pelecehan seksual yang dituduhkan kepada calon Jaksa Agung AS Brett Kavanaugh.

[Gambas:Instagram]

Pria lulusan Sekolah Hukum Yale pada usia 21 ini juga memiliki "kisah kelam" mengenai pelecehan seksual.

Kakak perempuannya, Dylan Farrow, diduga dilecehkan oleh sang ayah, Allen, saat kecil.

Saling tuduh dan saling elak antara Dylan dan Allen masih terus diberitakan hingga saat ini.

[Gambas:Instagram]

Jurnalisme bukan satu-satunya karier yang membesarkan nama Farrow.

Sebelum menjadi wartawan, ia pernah bekerja sebagai relawan UNICEF di Afghanistan dan penasehat Hillary Clinton saat masih menjadi Sekertaris Negara.

Farrow juga memiliki program acara di stasiun televisi MSNBC.

Memiliki wajah tampan--yang disebut banyak orang sebagai titisan penyanyi Frank Sinatra, "kekasih gelap" sang ibu, ia juga terpilih sebagai Pria Terseksi versi People Magazine pada 2013.

Walau kini sang pria yang berusia 30 tahun itu memiliki karier yang cemerlang, namun Farrow juga pernah merasa putus asa saat mengembangkan pilihan hidupnya dalam hal pekerjaan.

Dalam pidatonya di hadapan lulusan Universitas Marymount di Los Angeles, ia mengatakan kalau kebimbangan dalam berkarier adalah hal yang wajar.

"Saya berharap bisa mengatakan kalau saya sangat percaya diri [dengan karier saya]. Tapi yang perlu kalian tahu, sebelum tulisan mengenai Weinstein terbit, saya sempat merasa kehilangan arah dan bimbang mengenai pilihan hidup saya," kata Farrow.

(ard)