Percikan Diri Andy Serkis dalam Film 'Mowgli'

CNN Indonesia | Senin, 12/11/2018 09:55 WIB
Percikan Diri Andy Serkis dalam Film 'Mowgli' Cuplikan adegan dalam film 'Mowgli' yang bakal tayang di Netflix. (Dok. Netflix)
Singapura, CNN Indonesia -- Setelah malang melintang menjadi aktor, Andy Serkis memberanikan diri untuk menyutradarai film bertajuk Breathe (2017). Pucuk dicita ulam pun tiba, film itu masuk nominasi Best First Feature di Philadelphia Film Festival 2017 dan nominasi Best Make-up and Hair Design serta Best Sound di British Independent Film Awards 2017.

Belum berhenti sampai di situ, film yang tayang perdana di Toronto International Film Festival 2017 ini juga berhasil masuk nominasi dalam acara Heartland Film Festival 2017. Bahkan merebut piala untuk kategori Truli Moving Picture Award dari acara tersebut.

Sebelum Breathe rilis, Serkis sebenarnya tengah menyutradarai film lain yang bekerja sama dengan Warner Bros sejak 2012.


Film itu adalah Mowgli yang diadaptasi dari The Jungle Book karya Rudyard Kipling.

Serkis sendiri mengaku sebagai pembaca setia buku yang menceritakan kehidupan seorang bocah dalam hutan itu.

"Ada dua alasan mengapa saya mau menyutradarai Mowgli. Pertama, saya sangat suka buku The Jungle Book. Kedua, saya tertarik dengan karakter Mowgli karena dia orang yang merasa terasingkan (outsiders), bagian dari dua budaya yang berbeda," kata Serkis dala sesi wawancara di Marina Bay Sands Expo and Convention Centre, Singapura, Jumat (9/11).

Serkis seperti melihat dirinya sendiri dalam karakter Mowgli, itu dirasakan karena ia juga seorang ousiders.

Ayahnya yang bernama Clement Serkis berdarah Irak-Amerika, sementara ibunya yang bernama Lylie merupakan Inggris tulen. Dengan begitu Serkis bukanlah Inggris tulen.

"Mowgli adalah karakter yang jiwanya terbelah dua dan mencari identitas. Jadi karakter itu dekat sekali dengan saya," kata Serkis.

Atas dasar itu Serkis ingin membuat film ini berpusat pada karakter Mowgli seperti dalam buku The Jungle Book.

Ia ingin menyajikan cerita Mowgli mencari jati diri dengan nuansa yang gelap dan emosional. Berbeda dengan adaptasi The Jungle Book lain yang menyajikan cerita bernuansa ceria.

Selama ini, kata Serkis, karya adaptasi dari The Jungle Book yang tidak sama dengan buku. Kebanyakan karya adaptasi menjadikan binatang sebagai pusat cerita dengan nuasa yang ceria dan cerah.

Alhasil karakter Mowgli yang seharusnya menjadi pusat cerita seperti tertutup dengan karakter-karakter binatang.

"Sebenarnya binatang hanya bagian dari perjalaan hidupnya, pusat cerita tetap pada Mowgli. Seperti bagaimana Mowgli membangun keluarga dengan kawanan serigala, panter dan beruang," kata Serkis.

Sejak pertama bertemu dengan aktor cilik Rohan Chand yang berperan sebagai Mowgli pada 2012 lalu, Serkis menilai bahwa ia adalah aktor yang sangat baik dan sopan.

Namun ia tak segan berbicara langsung pada Chand dan mengatakan akan menekannya sangat keras saat syuting agar mencapai titik emosional karakter.

Aktor yang berperan sebagai Supreme Leader Snoke dalam film seri Star Wars ini kagum dengan kemampuan akting Chand saat pengambilan gambar. Semua adegan laga seperti berlari dan terjatuh dilakukan sendiri tanpa pemeran pengganti.

"Butuh waktu lima tahun untuk membuat film ini. Kami sudah mengenal sejak lama dan dia terihat tumbuh besar. Kami menjadi teman dekat dan semakin lama semakin dekat," kata Serkis.

Selain sutradara, Serkis juga berperan sebagai pengisi suara karakter Baloo, seekor beruang yang sangat dekat dengan Mowgli. Dalam berbagai adaptasi mereka berdua sering ditampilkan bersama, mulai dari makan sampai tidur bersama.

Serkis menjelaskan dalam berbagai adaptasi Baloo diceritakan sebagai beruang yang hanya suka makan madu, bermalas-malasan dan ceria.

Padahal dalam buku Baloo diceritakan memiliki karakter keras, terutama terhadap Mowgli karena peduli. Serkis menganalogikan Baloo seperti instruktur tentara.

"Dia harus mengajarkan Mowgli untuk meyintas dan berbagai aturan. Dia tahu Mowgli tak bisa lari secepat serigala, jadi dia harus mengajar cara lain untuk menyintas," kata Serkis.

Serkis melanjutkan, "Baloo berbeda dengan karakter panter bernama Bagheera. Bagheera memberi tahu kepada Mowgli bahwa ia adalah kaum yang sama dengan binatang di hutan."

Serkis merasa Mowgli menjadi salah satu film yang paling banyak dihuni aktor-aktor kenamaan internasional.

Beberapa di antaranya adalah Christian Bale (Bagheera the Panther), Cate Blanchett (Kaa the Python), Naomie Harris (Nisha the Wolf), Benedict Cumberbatch (Shere Khan the Tiger), Peter Mullan (Akela leader of the Wolf) dan Jack Reynor (Brother Wolf the Wolf).

Bukan sekadar mengisi suara, sederet aktor tersebut juga menjalani acting dan pengambilan gambar dengan teknologi motion capture.

Wajah, ekspresi wajah dan gerak tubuh aktor akan ditangkap, kemudian dikombinasikan dengan karakter binatang yang diperankan.

"Mullan bergerak dengan kaku dan sedikit bergerak yang sesuai dengan karakter Akela. Sementara Benedict sangat aktif sebagai Shere Khan, ia hampir menggerakkan semua bagian tubunya," kata Serkis.

Mowgli akan rilis pada 7 Desember mendatang hanya melalui layanan video streaming Netflix.

[Gambas:Youtube]
(adp/ard)