Ulasan Film: 'Burn The Stage: The Movie'

Tiara Sutari, CNN Indonesia | Jumat, 16/11/2018 15:33 WIB
Ulasan Film: 'Burn The Stage: The Movie' Bagi penggemar BTS alias ARMY, film 'Burn The Stage: The Movie' tidaklah cukup memuaskan hasrat melihat idola mereka. (Dok. Bighit Entertainment via imdb.com)
Jakarta, CNN Indonesia -- "Kami menyentuh mereka dengan keahlian kami. Benar, musik."

Min Yoongi, atau yang dikenal dengan Suga, terdengar nyaring membacakan kalimat tersebut. Ia menjadi salah satu narator dalam film dokumenter 'Burn The Stage: The Movie'.

Film itu mengisahkan berbagai kisah di balik kamera dari boyband fenomenal asal Korea Selatan, Bangtan Boys atau Bangtan Sonyoendan, atau yang lebih dikenal publik sebagai BTS.


Ketujuh pria anggota boyband tersebut, Min Yoongi, Kim Namjoon, Jung Hoseok, Kim Seok Jin, Park Jimin, Kim Taehyung, Jeon Jungkook hilir-mudik di layar bioskop sepanjang kurang-lebih 1,5 jam.

Mereka amat mampu memanjakan para penggemarnya, ARMY, yang selalu setia menemani perjalanan ketujuh pria yang belakangan ini mencatat berbagai prestasi melalui album terbaru 'Love Yourself' (2018).


Burn The Stage: The Movie dibuka dengan narasi suara Kim Namjoon alias RM, sang leader, disambung hingar-bingar encore konser The Wings Tour yang digelar pada 2017 lalu. Cahaya dari lightstick Army Bomb pun memenuhi layar kaca.

Tampilan itu membuat saya serasa berada di lokasi konser sungguhan. Apalagi ketika suara para ARMY terdengar menyebut nama BTS, bersamaan dengan sinar lampu lightstick yang berkelap-kelip di layar kaca.

Secara dramatis, film memulai menampilkan perjuangan para personel BTS mempersiapkan konser yang jarang muncul di berita dan kaca media arus utama.

Ada suka cita, kelelahan, keseriusan, canda, tawa. Ada pula rasa sakit para anggota BTS akibat terlalu keras berlatih demi menampilkan yang terbaik kepada para ARMY yang setia mendukung dan membela mereka dalam berbagai kondisi.

Salah satu penampilan BTS dalam 'Burn The Stage: The Movie'.Salah satu penampilan BTS dalam 'Burn The Stage: The Movie'. (Dok. Bighit Entertainment via imdb.com)

Beberapa momen perjuangan itu terlihat ketika Jimin mengalami stres karena lupa gerakan tari. Ada pula kisah Jungkook yang mengalami sakit di tengah konser, atau Namjoon yang cedera kaki karena terjatuh saat berlatih.

Akan tetapi tak lupa pula film ini menunjukkan berbagai tingkah konyol para anggota BTS yang jelas akan mengundang rasa gemas dan tawa serta menyegarkan mata para ARMY.

Bagi seorang ARMY sejati, hanya duduk dan menikmati film yang durasinya tak sampai dua jam itu jelas tidaklah cukup.

Maka wajar, ketika lampu bioskop secara kejam benderang tanda film kenangan konser setahun BTS pada 2017 itu berakhir, nada kekecewaan para ARMY bergemuruh tanda tak akan pernah puas melihat idola mereka.


Di luar kenangan melodrama dalam film ini, BTS mengungkapkan secara tak langsung bahwa mereka bukanlah siapa-siapa tanpa penggemar. Mereka sejatinya tujuh remaja laki-laki yang mencintai musik juga keluarganya.

Lewat film ini, seolah-olah BTS juga menekankan terlepas dari apapun gender, kebudayaan, bahasa serta asal negara, musik bisa menyatukan semua orang. Yang penting, suka dan menikmatinya.

BTS juga unjuk gigi menampilkan berbagai karya musik mereka, mulai dari versi orisinal hingga aransemen ulang ke berbagai genre.

Perjalanan keliling dunia BTS melalui tur Wings Tour pun ditunjukkan, mulai dari panggung di Seoul, Korea, Chili, Brazil, New York, Las Vegas, Hongkong, Thailand, sampai Jepang. Tak lupa, BTS juga memamerkan momentum memenangkan Billboard untuk pertama kalinya.

Untuk mengimbangi kebesaran nama mereka di dunia hiburan kini, film ini juga menunjukkan gambaran asli kehidupan mereka sebagai pria usia 20-an.

"Saat turun dari panggung, kami menjadi pria (umur) 20-an biasa," kata Kim Namjoon alias RM dengan suara seraknya dalam film.

[Gambas:Youtube]

Saya sendiri bukan ahli sinematografi yang bisa mengomentari sudut pengambilan gambar atau cerita, maupun warna-warna yang dipilih untuk menambah kesan suram atau bahagia dalam sebuah film.

Namun yang pasti, film 'Burn The Stage: The Movie' membuktikan mampu membawa penggemar BTS melayang-layang bahagia, kemudian menjadi sedih, lalu beranjak tertawa karena adegan konyol.

Selayaknya hadiah bagi penggemar, film ini bukan hanya sekadar menghibur para ARMY, namun memiliki pesan tersendiri.

Selebihnya bagi di luar ARMY, film ini hanyalah dokumenter konser pada umumnya dari sebuah boyband asal Korea Selatan bernama BTS. (rea/end)