'The Lion King' Versi Terbaru Pancing Kontroversi

Tim, CNN Indonesia | Sabtu, 01/12/2018 18:41 WIB
'The Lion King' Versi Terbaru Pancing Kontroversi Film 'The Lion King' produksi terbaru ini mengundang berbagai pro dan kontra. (Foto: Dok. Walt Disney Studios via YouTube)
Jakarta, CNN Indonesia -- Film The Lion King baru saja merilis cuplikan perdananya pada pekan lalu. Berdampingan dengan itu, pro dan kontra pun turut bermunculan di masyarakat atas keinginan Disney membuat kembali film legendaris ini.

Banyak fan setia kisah Disney klasik merasa antusias atas tawaran nostalgia dari Disney. Kursi pengisi suara film ini juga bertabur bintang besar seperti Daniel Glover, Seth Rogen, Beyonce, dan bintang lainnya yang cukup menarik perhatian.

Namun, tak sedikit pula fan yang mempertanyakan esensi pembuatan ulang dari film ini. Pasalnya, film yang disutradarai oleh Jon Favreau tersebut memang tak memiliki perbedaan kisah dengan film The Lion King pada 1994.


Satu hal perbedaan yang paling terlihat hanya kemasan animasi yang lebih mutakhir.


Selain itu, ada beberapa kontroversi yang mengikuti kemunculan cuplikan perdana kisah Simba dan kawanannya ini. 

Cuplikan perdana yang sama

Berbagai kisah klasik animasi Disney sudah sering dibuat kembali ke dalam berbagai versi, mulai dari versi live-action atau teater musikal. Namun, setiap versi tersebut biasanya memiliki ciri atau perbedaan tersendiri.

Ternyata hal ini tak diberlakukan dalam film The Lion King. Cuplikan perdananya hampir murni mengikuti cuplikan perdana versi 1994. Mulai dari suasana hingga lagu yang digunakan pun senada dengan versi lamanya.

Sebagian masyarakat menikmati kesamaan ini. Namun, hal ini juga turut membuat masyarakat berasumsi bahwa film ini akan menjadi remake yang persis sama dengan versi 1994 silam.

Ketika sebagian penggemar tak sabar menantikan The Lion King versi terbaru, sebagian lagi mempertanyakan esensi film ini.Foto: Dok. Disney
Ketika sebagian penggemar tak sabar menantikan The Lion King versi terbaru, sebagian lagi mempertanyakan esensi film ini.

Penjaja nostalgia
Tak menemukan perbedaan berarti dari film remake yang akan tayang Juli 2019 mendatang, film ini dinilai sebagai versi terbaru dari film yang sama. Lantas, film ini semacam fotokopi sinematik yang terasa seperti asli tapi kurang otentik.

Oleh karenanya, banyak penggemar yang menilai Disney hanya bersandar pada kasih sayang para penggemar setia kisah klasiknya untuk mendongkrak angka penjualan tiket di bioskop nanti.

Namun di sisi lain, ada pula kemungkinan The Lion King versi baru ini memang diperuntukkan bagi generasi kini, yang tak merasakan euforia pada 1994 silam. Karena pada masa dulu, tak dapat dipungkiri film ini terasa bagai kemewahan visual dengan cerita menyentuh hati.


Animasi atau live-action
Perdebatan genre film ini bermula dari cuitan sutradara James Wan yang mengatakan kekagumannya atas live-action di cuplikan perdana tersebut.

Banyak penggemar yang berdebat tentang film ini termasuk film animasi atau live-action. Sebab meski terlihat seperti binatang asli, efek visual tetap dominan terlihat. (rea)