'Burning' Jadi Film Berbahasa Asing Terbaik di LAFCA

Rizky Sekar Afrisia, CNN Indonesia | Rabu, 12/12/2018 07:36 WIB
'Burning' Jadi Film Berbahasa Asing Terbaik di LAFCA 'Burning' menjadi film sensasional dari Korea Selatan. (Foto: Dok. PalaceFilms via YouTube)
Jakarta, CNN Indonesia -- Film besutan sutradara asal Korea Selatan, Lee Chang Dong, Burning berhasil memenangi titel Best Foreign Language Film di Los Angeles Film Critics Association (LAFCA) 2018.

Film bergenre drama-misteri tersebut memang telah berkeliling di berbagai festival film bergengsi dunia dan menuai banyak prestasi.


Sebelumnya, film ini memenangi kategori serupa, ditambah kategori Best Supporting Actor di Toronto Film Critics Association. Kemudian, film ini juga mengantarkan sang pemeran utama, Yoo Ah In, masuk ke dalam daftar aktor terbaik 2018 versi The New York Times. Ah In mampu hadir sebagai satu-satunya aktor Asia yang masuk ke dalam daftar tersebut.


Penghargaan Best Foreign Language di LAFCA kali ini diraih Burning bersama film asal Jepang berjudul Shoplifters. Keduanya pernah bersaing untuk mendapatkan anugerah Palme d'Or prize di Cannes Film Festival. Namun saat itu Shoplifters yang keluar jadi pemenang.


Burning merupakan film hasil adaptasi bebas dari karya novelis ternama dunia, Haruki Murakami yang berjudul Barn Burning. Film itu dipuji, salah satunya karena mampu menuangkan rumitnya Murakami dalam wadah visual yang mudah dipahami banyak orang.

Film itu berkisah tentang kehidupan seorang penulis miskin bernama Jong Su (diperankan Yoo Ah In) yang bertemu dengan teman lamanya bernama Hae Mi (diperankan Jeon Jong Seo). Hubungan keduanya jadi rumit dengan hadirnya kekasih Hae Mi bernama Ben (Steven Yuen).


Meski begitu, kisah mereka jauh dari konsep cinta segitiga standar dalam film drama lainnya. Film ini juga memuat berbagai isu anyar kehidupan seperti krisis identitas, kecemburuan seksual, warisan keluarga, hingga balas dendam yang dikemas apik.

Layaknya novel Murakami lainnya yang hampir selalu membuat sang karakter utama menjadi detektif, kecurigaan Jong Su bermula kala mengetahui Ben bukan sosok orang 'biasa'. Ia memiliki kebiasaan aneh kala mabuk yakni membakar gudang atau rumah kosong.

Jongsu lantas curiga Ben memiliki niat lain kepada Hae Mi.

[Gambas:Youtube]

Situasi memburuk kala Hae Mi hilang secara tiba-tiba. Jong Su mulai mencari tahu lebih banyak tentang hubungan Hae Mi dan Ben demi menemukan perempuan yang diam-diam ia cintai.

Rilis resmi pada Mei 2018 silam, Burning memang belum mampir ke Indonesia.

Namun, mengutip Yonhap, film yang telah meraup pendapatan kotor sebesar US$5 juta (setara Rp72 miliar) tersebut telah sukses menjajal layar di lebih dari 100 negara termasuk Hong Kong, Cina, Taiwan, Singapura, Inggris, Jepang, Australia, Selandia Baru, Spanyol, Yunani, Turki, dan Polandia. (dna/rsa)