Ulasan Film: 'Milly & Mamet (Ini Bukan Cinta & Rangga)'

Agniya Khoiri, CNN Indonesia | Jumat, 21/12/2018 16:41 WIB
Ulasan Film: 'Milly & Mamet (Ini Bukan Cinta & Rangga)' 'Milly & Mamet' menceritakan rumah tangga dua karakter dalam geng Cinta 'AADC.' (Miles Films)
Jakarta, CNN Indonesia -- Karakter Rangga dan Cinta pernah menggebrak dunia perfilman Indonesia, saat Ada Apa dengan Cinta? menjadi tonggak sinema lokal pada 2002. Namun film itu tak hanya diisi siswi SMA penanggung jawab mading sekolah dan siswa pencinta puisi semata.

Ada dua karakter unik dari film duet Mira Lesmana dan Riri Riza itu yang kini, 16 tahun kemudian, ditarik Ernest Prakasa menjadi film lepas. Pasangan Milly dan Mamet.

Keduanya punya andil besar dalam aksi kejar-kejaran Cinta dan Rangga di bandara, yang menjadi penutup AADC. Lebih dari itu, Milly dan Mamet terbilang ikonis karena keduanya merupakan karakter yang membawa kesegaran sekaligus menggelitik.



Mereka adalah karakter genius bikinan Mira dan Riri, yang percaya bahwa cinta tak melulu soal kata indah, romantisme dan tangis, melainkan juga ada kekonyolan jenaka.

Ernest sebagai sutradara, kini bertugas meramunya dengan kisah yang tak hanya kekinian, tetapi juga masih menghadirkan kesegaran yang sama. Beruntungnya, Milly masih diperankan Sissy Priscillia dan karakter Mamet masih dibawakan Dennis Adhiswara).

Beruntungnya lagi, Milly dan Mamet sudah pernah muncul sebagai pasangan dalam sekuel AADC, Ada Apa dengan Cinta? 2 yang dirilis dengan latar cerita 14 tahun usai yang pertama. Film itu pun seakan menjadi 'pembuka' atau 'pengenalan' karakter utamanya bagi Ernest.


Milly & Mamet (Ini Bukan Cinta & Rangga)-demikian Ernest dengan lugas memberi judul film itu-berlatar waktu satu dekade setelah Rangga terbang ke New York dan menyisakan puisi untuk kekasihnya. Milly dan Mamet yang masuk geng Cinta, bertemu dalam sebuah reuni.

Milly digambarkan sudah punya kekasih. Tapi sejarah mereka di SMA membuat mereka kini kembali dekat. Dua-duanya menemukan kecocokan-bukan hanya karena mereka sama-sama konyol dan lemot. Potongan foto demi potongan foto, singkat cerita mereka digambarkan membangun biduk rumah tangga bersama. Latar waktu pun dipercepat dengan peristiwa usai AADC2.

Namun penonton kali ini tidak dibawa ke rumitnya masalah geng dan menggemaskannya percintaan Cinta dan Rangga. Milly & Mamet (Ini Bukan Cinta & Rangga) dibuat fokus ke potret kehidupan rumah tangga tokoh utamanya yang baru menikah.


Semula, dikisahkan Milly keluar dari pekerjaannya sebagai pegawai bank demi mengurus anak. Sementara Mamet meneruskan posisi sang mertua sebagai kepala pabrik.

Namun seiring waktu konflik demi konflik datang. Mamet merasa tak diberi kebebasan oleh sang mertua untuk benar-benar mengambil keputusan pada pabriknya. Belum lagi, ia masih menyimpan hasrat menjadi seorang koki usai menempuh pendidikan di jurusan tata boga.

Sedangkan Milly, merasa jenuh berada di rumah untuk mengurus anak. Dia ingin memiliki kegiatan lain, terlebih asisten rumah tangga dilihatnya sudah cukup mahir mengurus buah hati. Keduanya pun sepakat mencoba menjalani hal yang diinginkan.

[Gambas:Youtube]

Tapi masalah tak selesai sampai di sana. Meski sudah mendapat apa yang diinginkan, konflik-konflik lain terus bermunculan.

Misalnya, muncul isu soal ketimpangan gender kala Milly yang masih bekerja diminta pulang saat itu juga karena Mamet mendapati sang anak menangis di rumah tanpa asuhan ibunya. Dengan keras, ia memarahi Milly yang seharusnya bertanggung jawab pada anaknya.

Seakan ada sentilan akan realita masa kini yang masih ada pemikiran bahwa wanita seharusnya berada di rumah, bertanggung jawab mengurus anak.


Konflik-konflik yang cukup intens beriringan dengan komedi yang padat, tanpa menghilangkan karakter asli Milly dan Mamet yang kocak. Ernest berhasil menyeimbangkan drama, cinta dan komedi dengan mulus. Ada beberapa komedi yang terasa garing, tapi masih wajar.

Secara garis besar, suguhan cerita yang diberikan dari film ini terasa masuk akal dan relevan. Konflik yang dibangun pun terbilang apik. Karakter yang diciptakan juga cukup nyata. Penempatan sikap dan emosi di tiap karakter terasa apa adanya.

Meski alur cerita dan karakter cukup mudah ditebak tapi tetap dapat dinikmati. Kehadiran sejumlah karakter pendukung pun menghidupkan dan memberi warna cerita. Aksi Isyana Sarasvati, Dinda Kanya Dewi, Eva Celia, serta Melly Goeslaw patut diapresiasi.


Meski ini adalah akting perdana bagi Isyana, ia justru mencuri perhatian karena bisa mendalami peran dengan apik.

Adanya geng Cinta pun terasa pas untuk menjaga benang merah cerita dari kisah AADC.

Sayangnya, ada beberapa adegan yang membuat dialognya terkesan menggurui. Padahal dialog tidak selalu harus ada. Terkadang pesan cukup disampaikan lewat gestur.

Untungnya itu tertutupi oleh keluwesan akting yang diiringi latar musik. Ernest seakan tak pernah gagal mengisi adegan dengan musik yang sesuai dengan suasananya.

Secara keseluruhan, Milly & Mamet (Ini Bukan Cinta & Rangga) yang sudah ada di bioskop-bioskop Indonesia layak disaksikan untuk mengisi masa libur akhir tahun. (agn/rsa)