Ulasan Film: 'Glass'

Agniya Khoiri, CNN Indonesia | Jumat, 18/01/2019 19:03 WIB
Ulasan Film: 'Glass' Tiga tokoh andalah M. Night Shyamalan, Elijah Price, Kevin Crumb dan David Dunn bersatu di 'Glass.' (Dok. Universal Pictures via youtube)
Jakarta, CNN Indonesia -- Penonton film-film M. Night Shyamalan dibuat terkejut saat di akhir film Split yang rilis 2016 lalu, Bruce Willis muncul di sebuah tempat makan, menonton aksi Kevin Wendell Crumb melepaskan monster dalam tubuhnya yang dikenal dengan nama The Beast.

"Mr. Glass," ujar Willis kepada seorang perempuan yang menyeletuk bahwa kejadian itu mengingatkannya pada peristiwa 15 tahun lalu yang melibatkan seorang pria berkursi roda.

Penonton langsung tahu bahwa Split bakal punya lanjutan. Yang lebih menarik lagi, itu berkaitan dengan Unbreakable (2000), film kemunculan pertama si ringkih Mr. Glass yang diperankan Samuel L. Jackson dan Bruce Willis sebagai David Dunn, pria yang tak bisa luka.



Kelanjutan itu terungkap kini, saat Shyamalan merilis Glass yang menggabungkan tokoh-tokoh ikonis dari dua film sebelumnya: Kevin si pemilik belasan kepribadian, Mr. Glass dan David Dunn. Film ini melanjutkan sekaligus menjadi penutup cerita dari Unbreakable dan Split.

Para pemainnya masih sama. Bruce Willis sebagai David Dunn, Samuel L. Jackson sebagai Elijah Price atau dikenal Mr. Glass, dan James McAvoy sebagai Kevin Wendell Crumb.

Latar waktu Glass diatur 16 tahun setelah kejadian dalam Unbreakable. Dunn ditampilkan sebagai anti-hero yang dikenal dengan sebutan The Overseer, sosok pelindung warga Philadelphia. Ia dibantu putranya, Joseph (masih diperankan Spencer Treat Clark).

Bruce Willis masih menjadi David Dunn.Bruce Willis masih menjadi David Dunn. (Dok. Universal Pictures via youtube)
Kisah Glass dibuka dengan kelanjutan cerita dari Split. Melihat aksi The Beast, Dunn pun berupaya menangkap figur manusia super yang ada di dalam diri Crumb itu. Kepribadian Crumb yang disebut dengan nama The Horde, diceritakan kembali menculik empat remaja yang dianggap tak pernah merasakan penderitaan untuk dijadikan mangsa bagi The Beast.

Di saat bersamaan, Dunn sendiri menjadi sosok kontroversial yang tengah diburu polisi. Keberhasilan dia untuk lolos hanya bergantung pada cara dirinya mempertahankan anonimitas. Dunn harus bergerak cepat untuk menemukan Crumb dan membebaskan empat remaja itu.

Hanya saja, pertarungan Crumb dan Dunn diketahui aparat setempat dan berakhir pada penangkapan keduanya. Dikira mengidap gangguan jiwa, mereka ditahan di Rumah Sakit Raven Hill Memorial Psychiatric Research, di bawah penanganan Dr. Ellie Staple (Sarah Paulson).

Samuel L. Jackson yang memerankan Elijah Price alias Mr. Glass.Samuel L. Jackson yang memerankan Elijah Price alias Mr. Glass. (Dok. Universal Pictures via youtube)
Ellie merupakan dokter spesialis untuk kasus-kasus delusi ekstrem, termasuk pada diri Crumb dan Dunn yang dinilai menganggap dirinya bak karakter dalam komik. Selama 16 tahun terakhir, Ellie telah menangani pasien dengan kasus serupa. Dia adalah Elijah Price.

Price diperkenalkan berada dalam ruang isolasi dan menggunakan kursi roda. Separuh awal film, sang Mr. Glass yang menjadi judul seri terakhir ini digambarkan hanya terkulai di atas kursi rodanya secara misterius. Namun ternyata perannya lebih dari itu.

Cerita dalam dua film sebelumnya memiliki kesinambungan yang cukup besar sebagai benang merah film Glass. Sebelum menonton Glass sebaiknya menamatkan dua film sebelumnya dahulu, agar lebih memahami keterkaitan jalan cerita seri terakhir trilogi ini.


Di film ini, Shyamalan cukup lamban membawa alur cerita. Di hampir separuh awal film, ia lebih banyak memberi narasi panjang tentang tiga karakter utamanya. Bagi yang tak mengikuti cerita David Dunn, Kevin Crumb dan Elijah Price, tentu cukup terasa membosankan.

Namun aksi James McAvoy mampu menutupi itu. Dengan kegilaannya memainkan ragam peran dari identitas yang ada dalam The Horde, ia layak mendapatkan acungan jempol. Lebih dari itu, ia bahkan bisa disebut sebagai salah satu kunci utama untuk menikmati film ini.

Meski sempat membuat bosan, Shyamalan tetap memberi twist khas di akhir cerita. Itu seolah membayar lunas rasa penasaran sekaligus penantian panjang pencinta karya-karyanya.

Secara keseluruhan, Shyamalan terbilang berhasil menutup trilogi film yang berlangsung hampir 20 tahun lamanya dengan apik. Tidak hanya berhasil membawa kembali karakter-karakter ikonis yang masih dimainkan pemeran aslinya, ia juga mampu mempertahankan pemeran pendukung untuk kembali ikut terlibat. Itu menjadi sebuah keistimewaan tersendiri.

[Gambas:Youtube] (agn/rsa)