'Bird Box' Disebut Bersiap Tembus 80 Juta Penonton

Endro Priherdityo, CNN Indonesia | Sabtu, 19/01/2019 04:05 WIB
'Bird Box' Disebut Bersiap Tembus 80 Juta Penonton 'Bird Box' tetap menarik perhatian meski biaya langganan Netflix bakal naik. (dok. Netflix)
Jakarta, CNN Indonesia -- Film 'Bird Box' terus menambah penonton meskipun Netflix berencana menaikkan biaya langganan mereka. Film yang dibintangi Sandra Bullock tersebut diklaim bakal tembus angka 80 juta penonton.

Diberitakan Variety, perkiraan tersebut dikatakan layanan streaming itu akan terjadi pada pekan keempat setelah Bird Box dirilis pada 21 Desember 2017.

"Kami melihat jumlah tonton ulang yang tinggi," tulis Netflix dalam pernyataannya. Berdasarkan tanggal perilisan, pekan keempat 'Bird Box' akan jatuh pada akhir pekan ini.


Netflix perlahan mulai menyorot sejumlah serial atau pun televisi yang memiliki kesuksesan, setelah sebelumnya enggan membuka diri terkait capaian dari konten-kontennya.


Pada Desember lalu, Netflix mengklaim bahwa lebih dari 45 juta akun pelanggannya telah menonton 'Bird Box' pada beberapa hari di pekan debutnya. Klaim tersebut kemudian didukung oleh temuan riset Nielsen dengan menggunakan metode yang berbeda.

Bukan hanya 'Bird Box' yang mendulang penonton. Sejumlah konten Netflix lainnya juga mulai menuai penonton, seperti 'Elite' yang berbahasa Spanyol, disebut telah ditonton lebih dari 20 juta akun dalam empat pekan penayangannya.

Selain itu, dikutip dari Variety, ada serial 'You' yang juga disebut telah menarik 40 juta penonton dalam empat pekan penayangan, serta ada serial 'Sex Education' yang dirilis pekan lalu diharapkan mendapatkan capaian serupa.

Popularitas 'Bird Box' yang mengisahkan perjuangan Sandra Bullock dan dua anak kecil bertahan hidup melakukan perjalanan dengan mata tertutup juga diiringi banyaknya video menirukan adegan film itu.


Dalam film, hal itu bertujuan untuk menghindari monster pembunuh berbahaya yang berkeliaran dan menyerang orang melalui pandangan mata. Sehingga, menutup mata adalah cara untuk menyelamatkan diri dari monster tersebut.

Pada Selasa (15/1), situs berbagi video Google mengumumkan akan melarang konten apapun 'yang mendorong kegiatan berbahaya yang cenderung mengakibatkan kerusakan serius'.

"Mungkin tak adil untuk mengatakan Anda tak dapat menunjukkan sesuatu karena respons penonton, namun kami telah memutuskan ada garis di konten yang membatasi kekerasan atau mendorong kegiatan berbahaya, atau ilegal yang beresiko pada kerusakan fisik atau bahkan kematian," ujar pihak Google, dilansir Aceshowbiz.

[Gambas:Youtube]

Tantangan tersebut sendiri telah memakan korban. Seorang remaja perempuan di Kota Layton, negara bagian Utah, Amerika Serikat terlibat kecelakaan karena nekat mengemudi dengan mata tertutup kain seperti dalam film yang diangkat dari novel itu.

Dilansir dari CNN, Sabtu (12/1), kecelakaan itu melibatkan seorang remaja 17 tahun. Dia mengemudikan mobil pikap dengan seorang penumpang dalam keadaan mata tertutup.

Remaja putri itu lalu kehilangan kendali yang mengakibatkan kendaraannya keluar jalur, dan menghantam mobil lain serta lampu jalan. "Tidak ada korban dalam kejadian itu," kata Kepala Kepolisian Layton, Letnan Travis Lyman.

(end)