Dituduh Lakukan Pelecehan ke Bocah, Bryan Singer Tetap Laris

Endro Priherdityo, CNN Indonesia | Sabtu, 26/01/2019 03:36 WIB
Dituduh Lakukan Pelecehan ke Bocah, Bryan Singer Tetap Laris Mantan sutradara 'Bohemian Rhapsody' Bryan Singer. (DANIEL LEAL-OLIVAS / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan sutradara 'Bohemian RhapsodyBryan Singer tampaknya tak terlalu terganggu dengan pemberitaan dirinya kembali terlibat dalam kasus pelecehan kepada sejumlah anak di bawah umur. Ia dikabarkan tetap dikontrak menggarap sebuah film.

Diberitakan The Associated Press, sutradara Bohemian Rhapsody tersebut tetap direkrut oleh studio Millennium Films untuk menggarap ulang film petualangan fantasi Red Sonja.

"Lebih dari US$800 juta yang didapat dari Bohemian Rhapsody, membuat film itu menjadi drama dengan pendapatan tertinggi di kategori film sejarah, jadi bukti kecerdasan dan visinya [Bryan Singer] yang luar biasa," kata Avi Lerner, pendiri dan chief executive Millennium Films.


"Saya tahu perbedaan antara berita bohong yang teragenda dan kenyataan, dan saya amat nyaman dengan keputusan ini. Di Amerika, orang itu tidak bersalah sampai terbukti," lanjutnya.


Sebuah artikel yang diterbitkan oleh media The Atlantic untuk edisi Maret 2019 mengungkapkan wawancara sejumlah pihak yang mengaku menjadi korban pelecehan Singer kala mereka masih berusia remaja, termasuk kegiatan seksual dengan bocah berusia 15 tahun di Beverly Hills pada 1997.

Tiga pria berbicara dengan identitas yang disamarkan, dan pria keempat mengatakan dirinya dilecehkan oleh Singer di lokasi syuting Apt Pupil pada 1998 saat korban masih duduk di bangku 1 SMP.

Bryan Singer membantah tulisan dan tuduhan tersebut. Ia menyebut artikel tersebut hanyalah ungkapan homofobia yang dirilis untuk mendompleng ketenaran dari Bohemian Rhapsody.

Singer menyayangkan The Atlantic yang tidak mengecek ulang standar jurnalisme yang disebutnya "rendah" itu.

"Lagi, saya dipaksa mengulang untuk membicarakan kembali klaim cerita ini dari perkara hukum palsu yang diajukan oleh orang-orang tanpa reputasi yang mau berbohong demi uang atau perhatian," demikian Singer menulis dalam pesannya.


Didirikan pada 1996, studio Millennium Films telah memproduksi sejumlah film aksi yang cukup dikenal, seperti The Expendables, Olympus Has Fallen, dan The Hitman's Bodyguard.

Di sisi lain, dampak dari tuduhan pelecehan seksual tersebut mulai berdampak pada Bohemian Rhapsody. Film yang mendapatkan predikat Film Terbaik Golden Globe Awards 2019 itu dicoret oleh GLAAD dari calon penerima hadiah Media Awards ke-30.

Dalam pernyataannya, GLAAD mengatakan bahwa artikel The Atlantic "mengungkapkan kenyataan yang tak bisa diabaikan atau bahkan dihargai secara diam-diam."

Lembaga anti pelecehan, Time's Up juga ikut mengomentari kasus Singer dan menyebutnya sebagai hal yang menakutkan serta harus disikapi serius juga diinvestigasi pihak berwajib.

"Mereka yang merekrut pelaku pelecehan harus sadar bahwa keputusan tersebut bukan hanya membuat momok bagi karyawan lain untuk bekerja dalam lingkungan yang aman namun juga melanggengkan sistem bobrok yang menghargai orang dengan kekuatan dan memungkinkan mereka melakukan hal sewenang-wenang." kata Time's Up. (end)