Radio Australia Setop Putar Lagu Michael Jackson

AFP, CNN Indonesia | Kamis, 07/03/2019 15:33 WIB
Radio Australia Setop Putar Lagu Michael Jackson Ilustrasi. (REUTERS/Toby Melville)
Jakarta, CNN Indonesia -- Stasiun radio di Australia, Kanada dan Selandia Baru menolak memutarkan lagu-lagu Michael Jackson setelah beredar kabar bahwa sang Raja Pop tersandung pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur.

Nova Enternainment yang berbasis di Sydney, Australia, pada Kamis (7/3) mengumumkan hal tersebut.

Keputusan tersebut diumumkan setelah film dokumenter Leaving Neverland yang menampilkan kesaksian dua pria korban pelecehan Jakson semasa kecil tersiar.


"Menindaklanjuti kejadian yang sedang terjadi, SmoothFM menghentikan sementara pemutaran lagu-lagu Michael Jackson," kata Program Direktur Nova Enternainment, Paul Jackson, dalam keterangan resminya.

Film dokumenter tersebut belum tayang di Australia.

Sementara itu, stasiun radio terbesar kedua di Australia, ARN, mengaku bakal menunggu situasi sebelum memutuskan menurunkan seluruh lagu Jackson.

Di Selandia Baru, lagu-lagu milik Jackson sudah tidak lagi terdengar di radio. Karena dua stasiun radio terbesar di sana, MediaWorks dan NZME, menolak memutarnya.

"Kami tidak bisa memutuskan Michael Jackson bersalah atau pedofilia. Kami hanya memastikan radio kami memutar lagu dari musisi yang mereka ingin dengar," kata Direktur Konten MediaWorks Leon Wratt.

Direktur Hiburan NZME Dean Buchanan membenarkan bahwa tidak ada lagi materi Jackson yang ditayangkan, meski ia tak ingin berbicara lebih lanjut mengenai keputusan tersebut.

Sementara itu, penyiar publik Radio NZ mengatakan lagu-lagu Jackson tidak muncul dalam daftar lagu yang diputarnya setiap hari.

Film dokumenter HBO, yang disiarkan di Amerika Serikat pada hari Minggu kemarin, telah menghidupkan kembali pertanyaan lama tentang hubungan Jackson dengan anak-anak.

Dua pria kelahiran Australia, James Safechuck dan Wade Robson, mengatakan Jackson melakukan pelecehan seksual ketika mereka berusia 10 dan tujuh tahun.

Jackson dituduh melakukan pelecehan seksual selama bertahun-tahun, tetapi tidak pernah terbukti.

Film dokumenter dua bagian yang totalnya berdurasi empat jam - yang ditayangkan perdana di Sundance Film Festival tahun ini - telah memastikan tuduhan itu berlanjut satu dekade setelah ia meninggal karena overdosis.

Ahli waris Jackson telah membantah tuduhan tersebut dan mengajukan gugatan US$100 juta terhadap HBO.

Keluhan 53 halaman, diajukan di Pengadilan Tinggi Los Angeles, mengklaim HBO melanggar perjanjian "non-disparagement" dengan menayangkan Leaving Neverland.

"Sepuluh tahun setelah wafatnya, masih ada orang-orang yang mengambil untung dari kesuksesan besarnya di seluruh dunia dan memanfaatkan kepopulerannya," klaim gugatan tersebut.

Keputusan untuk tidak memutar musik Jackson tidak diragukan lagi akan menodai legenda dan royalti Jackson.

Tetapi album The Essential Michael Jackson masih menjadi album ke-65 yang paling banyak diunduh di Australia.

Sebelumnya, belasan stasiun radio Kanada sepakat tidak akan memainkan Jackson megahits seperti Billie Jean dan Bad untuk saat ini.

"Kami memperhatikan komentar para pendengar kami, dan film dokumenter yang dirilis pada Minggu malam menciptakan reaksi," Christine Dicaire dari Cogeco, yang mengoperasikan stasiun radio di Quebec dan Ontario.

"Kami lebih suka mengamati situasinya dengan menghapus lagu dari stasiun kami, untuk saat ini."

Di Inggris, di mana Leaving Neverland akan dirilis pada hari Rabu dan Kamis, beredar isu bahwa BBC juga tidak akan memutar lagu-lagu Jackson. Namun juru bicara BBC tidak membenarkan isu tersebut.

[Gambas:Video CNN]

(ard)