Cerita Jatuh yang Membuat Ozzy Osbourne Istirahat Tur Setahun

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 09/04/2019 17:35 WIB
Cerita Jatuh yang Membuat Ozzy Osbourne Istirahat Tur Setahun Sharon Osbourne menceritakan kejadian suaminya, Ozzy Osbourne jatuh. (Frazer Harrison/Getty Images for ABA/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sharon Osbourne tak kuasa menahan tangis saat mengenang insiden yang menimpa suaminya, Ozzy Osbourne. Insiden itu sampai membuat Ozzy menunda jadwal tur sepanjang tahun ini.

Sharon bercerita, suaminya jatuh tengah malam di rumah mereka di Los Angeles. Itu membuat hasil operasi Ozzy pada 2003 lalu memburuk. Tak heran dokter menyarankannya untuk menunda seluruh jadwal tur 'No More Tours II' sejak pekan lalu.

"Di awal tahun dia terserang flu berat yang memburuk jadi bronkitis, lalu pneumonia. Lalu setelah dia kena flu, dia keluar dari rumah sakit dan mengalami kecelakaan di rumah," cerita Sharon dengan sedih, saat hadir di acara 'The Talk,' Senin (8/4).



Sementara pada 2003, Ozzy sudah pernah mengalami kecelakaan mengerikan.

Sharon menuturkan, karena kecelakaan motor suaminya sampai koma selama berhari-hari. Leher dan bahunya cedera, sampai harus disokong sambungan metal. Insiden jatuh di rumah pekan lalu, membuat sambungan-sambungan itu rusak.

Meski begitu, Sharon meyakinkan bahwa suaminya baik-baik saja.


"Dia hanya merasa buruk. Dia bilang penampilannya adalah satu-satunya hal yang bisa ia lakukan dengan benar sepanjang hidupnya, dan dia merasa buruk [karena harus menunda tampil dan mengecewakan penggemarnya]," tutur Sharon melanjutkan.

Tur konser Ozzy baru akan direncanakan kembali pada 2020.

Mantan personel Black Sabbath itu sempat membuat pernyataan untuk media pada Kamis (4/4) lalu, mengatakan ia tak percaya dirinya harus menjadwal ulang konser-konsernya.

[Gambas:Video CNN]

"Kata-kata pun tidak bisa mengungkapkan bagaimana frustrasi, marah dan depresinya saya karena tidak bisa melakukan tur sekarang," ia mengungkapkan.

Meski demikian di akhir wawancaranya, seperti dikutip Ace Showbiz, Ozzy berjanji, "Saya akan pulih. Saya akan menuntaskan tur saya. Saya akan kembali!" (rsa)