Didi Kempot 'Belajar' Jazz di Festival Jazz Gunung 2019

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 20/06/2019 12:43 WIB
Didi Kempot 'Belajar' Jazz di Festival Jazz Gunung 2019 Didi Kempot bakal berkolaborasi dengan musisi jazz Djaduk Ferianto di Festival Jazz Gunung yang pertama tahun ini. (ANTARA FOTO/Siswowidodo)
Jakarta, CNN Indonesia -- Festival Jazz Gunung Bromo 2019 yang akan digelar selama dua hari berturut-turut, yaitu tanggal 26 dan 27 Juli 2019 memiliki sederet musisi dalam dan luar negeri. Salah satu yang layak diantisipasi adalah penampilan Djaduk Ferianto's Ring of Fire Project, yang di dalamnya serta bersama musisi Didi Kempot dan Ricad Hutapea.

Kolaborasi ini disebut amat unik, karena Didi Kempot yang seorang musisi campursari akan melebur suara dan musik ke dalam genre jazz. Saat ditemui di Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (19/6) kemarin, Djaduk menjelaskan bagaimana dia memilih empat lagu yang dianggap melegenda dari Didi untuk diaransemen ulang menjadi lantunan jazz. 


"Karena lagu-lagu Didi Kempot sudah sangat etnik, tinggal bagaimana kita berimajinasi dan menggambar lagu itu tidak di Jawa. Mungkin bisa ke Amerika Latin, ke Eropa, atau ke Afrika. Beat-beat (ketukan) ala campursari itu pasti akan kita bongkar dengan warna yang lebih, akan ada fusion-nya mungkin," kata Djaduk yang juga salah seorang penggagas Jazz Gunung.


"Menunya akan menjadi berbeda, tentunya. Yang paling penting ada interpretasi baru dari lagu yang sudah dibawakan Didi Kempot dengan timnya, nah ini tantangan bagi saya," lanjutnya.

Menurut Djaduk, tantangan terdalam menyatukan Didi dan jazz adalah proses penyesuaian karena Didi sempat kaget saat mengetahui lagu-lagunya diubah menjadi jazz. "Awalnya memang membuat kaget si pemilik karya aslinya, 'Wah, bisa begini ya', ya harus ada penyesuaian. Tapi rata-rata mereka sudah sangat terbuka, mereka sudah pasrah sama saya untuk musiknya," ujar dia.

Kontribusi yang telah diberikan Didi untuk musik Indonesia menjadi alasan Djaduk ingin berkolaborasi. Di belahan dunia lain, musik Didi pun memiliki tempat, terutama di Belanda dan Suriname.  


"Bahkan di Tiongkok pun lagu-lagu Didi sangat familiar," imbuhnya.

Djaduk memiliki dua harapan atas kolaborasi ini. Yang pertama untuk Didi Kempot, dan kedua untuk penonton. "Ada harapan eksternal dan internal. Internalnya tentunya Mas Didi juga akan memiliki pengetahuan (tentang jazz), dan tim kami memiliki pengetahuan tentang bagaimana campursari," ujarnya

"Harapan yang eksternal, bagaimana sesuatu itu bisa dilihat dari sudut pandang yang lain. Dan yang paling penting lagi, apabila kita melihat secara audiens, terlebih ini akan ada di Jawa Timur, lagu-lagu tersebut akan bisa dinyanyikan oleh siapapun. Melibatkan penonton untuk menyanyi itu adalah sebuah perayaan bersama," kata Djaduk.

[Gambas:Video CNN] (taj/rea)