Ulasan Album

Dering Lirih 'False Alarm' dari Two Door Cinema Club

Tim, CNN Indonesia | Senin, 01/07/2019 21:38 WIB
Dering Lirih 'False Alarm' dari Two Door Cinema Club Two Door Cinema Club menampilkan musik era 1980-an yang dibuat lebih modern. (Foto: YouTube/TwoDoorCinemaClub)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tourist adalah album debut yang baik. Ia masih diputar sampai sekarang, tetap disukai. Album itu sudah berusia 10 tahun. Two Door Cinema Club (TDCC) merilis album keempat baru-baru ini, bertajuk False Alarm dengan 11 lagu di mana perkembangan mereka sangat terasa - kalau tidak dibilang krisis identitas yang belum berakhir.

False Alarm menjadi album yang playful. Banyak semangat di dalamnya, kegembiraan, menyenangkan. Ia modern dengan kekentalan era 1980-an, intro Nice To See You akan membuat Anda teringat pada rambut keriting besar, gemerlap lampu disko dan setelan olahraga bergaris.


Alex Trimble, Sam Halliday dan Kevin Baird bereksperimen dengan banyak hal di sini. Tak hanya instrumen, namun juga vokal. Kadang rasanya seperti menonton film kartun. Saya kira mereka benar bersenang-senang saat pembuatan album. Break misalnya, mempunyai akhir yang mengundang komentar, sebelum Dirty Air yang punya nafas Depeche Mode masuk.


TDCC kerap memanipulasi vokal, tetapi mereka melakukannya dengan baik. Kemudian menambahkan bebunyian elektronik dan perkusi yang lurus meruncing, False Alarm amat menghibur. Awalnya. Satelitte punya bentuk visual persis seperti kesan pertama mendengar audionya, konyol tetapi menyenangkan.

[Gambas:Youtube]

Dalam Beacon dan Gameshow, tercatat sebagai album kedua dan ketiga, TDCC terdengar kebingungan. Seperti sedang mencari arah, yang kelihatannya sudah ditemukan. Paling tidak, mereka berbelok di tikungan yang benar. Album ini terdengar hangat, juga mengundang rasa ingin tahu meski agak pesimis.


Vokal Trimble sangat menarik perhatian. Saya tidak tahu pasti apa yang dikerjakannya, tetapi Already Gone adalah lagu yang menggelitik. Ada gaya David Bowie di album ini, juga Duran-Duran. Think dan Satellite menunjukkan dua lapisan berbeda, sama menawannya.

[Gambas:Youtube]

False Alarm tidak menawarkan kelebihan lain, sehingga setelah beberapa hari pengulangan, mereka tidak sama menyenangkannya seperti di awal. Hanya beberapa lagu yang bisa dibilang sebagai jejak bagus, seperti So Many People. Bahkan Nice To See You mulai terdengar membosankan.

Perkembangan lain yang juga ditunjukkan TDCC adalah lirik. Mereka banyak menyinggung tentang persoalan sosial, tuntutan masyarakat. "You're getting stuck with papers in the magazines. It's just you luck, strangers living out your dreams," kata Trimble dalam Once, berbicara soal obsesi sosial terhadap selebriti dan materialisme.

Two Door Cinema Club masih menjadi penampil handal di berbagai festival musik. (Mike Coppola/Getty Images/AFP)

Dibandingkan Beacon dan Gameshow, False Alarm memiliki jauh, jauh lebih banyak eksperimen dan percobaan. Kesan yang ditinggalkan berbeda dari Tourist. Bukan berarti buruk, hanya kehilangan penggenapan, meninggalkan lubang kecil kala ia selesai diputar. Setelah beberapa kali memutar dan tetap tak mendapatkan jawab, saya pun menyerah.

TDCC mengambil langkah baik dengan False Alarm, meski 'suara peringatan' itu kurang terdengar. Semoga di album berikut, mereka masih sama bersemangatnya seperti dalam album ini. (rea)