Taylor Swift Tak Menyesal 'Ribut' dengan Scooter Braun

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 04/07/2019 12:35 WIB
Taylor Swift Tak Menyesal 'Ribut' dengan Scooter Braun Demi mendapatkan kembali hak atas enam album lawasnya, Taylor Swift mengaku tak menyesal mengangkat masalah dengan Scooter Braun ke muka publik. (AFP PHOTO)
Jakarta, CNN Indonesia -- Usai 'membongkar' kasus hak cipta dan kepemilikan akan master album yang kini dimiliki Scooter Braun, Taylor Swift disebut tak menyesal mengangkatnya ke publik hingga menimbulkan kegemparan.

Kegemparan akan masalah hak cipta ini menjadi bola panas lantaran menyeret Braun yang membawahi sejumlah musisi besar dunia, salah satunya Justin Bieber, dan dikenal sebagai manajer papan atas di Hollywood.

Seorang sumber mengatakan kepada E! bahwa Swift tak menyesal atas pernyataannya yang kemudian menjadi perbincangan publik.


"Tak masalah apa yang dikatakan Scooter atau orang-orangnya, Taylor percaya dia sengaja melakukan ini untuk menyakitinya," kata sumber dekat Swift tersebut.


"Taylor ingin kebenaran tentang pria itu keluar," lanjut si sumber. "Dia amat marah dan masih seperti itu. Dia amat kesal dan sama sekali tak menyesal mengangkat ini ke ranah publik,"

Namun usai Swift buka suara pada Senin (1/7) waktu Indonesia, masyarakat industri musik Hollywood terbelah dua, mendukung Swift atau Scooter.

Sejumlah musisi menyatakan dukungannya dengan langkah Swift yang berjuang mendapatkan enam master albumnya, seperti Katy Perry, Toddrick Hall, Iggy Azalea, hingga Cara Delevigne.

Sebagian lainnya mendukung Scooter dan hanya menganggap Swift mencari simpati atas label lamanya. Big Machine Records telah terjual. Sejumlah artis tersebut adalah Justin Bieber, Hailey Baldwin, Demi Lovato, hingga Sia.


Kembali dianggap 'menambah musuh', Swift disebut tak gentar harus berhadapan dengan sesama musisi di Hollywood demi melawan Braun dan mendapatkan kembali hak kepemilikan musik-musik lawasnya.

"Taylor tak peduli bila ia punya musuh dan bila semua teman-teman Scooter mendukung pria itu. Taylor tahu niat pria itu dan mengapa dia melakukannya," kata sumber dalam itu.

"Taylor memiliki teman-temannya sendiri yang siap sedia dan mendukungnya juga. Dia merasa kuat soal ini, dan siap melawan Scooter," lanjut sumber, mengutip E!.

Taylor Swift sebelumnya mengaku merasa sedih dan dicurangi menyusul kabar Scooter Braun telah mengakuisisi label Big Machine milik Scott Borchetta, yang mencakup hak atas seluruh albumnya sejak awal karier hingga Reputation (2017).

[Gambas:Video CNN]

Swift bahkan menyebut hal ini sebagai skenario terburuk dalam hidupnya.

"Selama bertahun-tahun saya bertanya, memohon kesempatan untuk memiliki hasil kerja saya. Alih-alih, saya diberi kesempatan untuk menandatangani (memperbarui) kontrak dengan Big Machine Records dan 'mendapatkan' satu (album lama) untuk setiap album baru yang saya masukkan," tulis Swift.

"Saya keluar karena saya tahu begitu saya menandatangani kontrak itu, Scott Borchetta akan menjual label, dengan demikian menjual saya dan masa depan saya. Saya harus membuat pilihan luar biasa berat untuk meninggalkan masa lalu saya," tambahnya. (end)