Punya Istri Orang Korea, Bos AirAsia 'Muak' pada K-Pop

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 04/07/2019 20:01 WIB
Punya Istri Orang Korea, Bos AirAsia 'Muak' pada K-Pop Beristrikan orang Korea, bos AirAsia Tony Fernandes secara bercanda mengatakan 'muak' mendengar K-Pop. (REUTERS/Issei Kato)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bos Group AirAsia Tony Fernandes mengaku tak menyenangi Pop Korea (K-Pop). Baginya, musik K-Pop terdengar seragam.

"Istri saya orang Korea Selatan tetapi saya muak dengan K-Pop. Jika seseorang mengatakan BTS sekali lagi, saya akan bunuh diri, atau BLACKPINK, redpink, pink apapun itu," canda Tony saat menghadiri acara temu pembaca buku autobiografinya Flying High di Jakarta, Kamis (4/7).


Di sisi lain, Tony mengakui keandalan Korea Selatan dalam memoles dan memasarkan musiknya. Bahkan, tahun lalu, personel BTS menyampaikan pidato di mimbar sidang umum PBB.


"Saya bertanggung jawab di salah satu stadium di Malaysia tetapi saya akan dianggap sebagai orang yang gagal jika tidak bisa membawa BTS ke Kuala Lumpur," ujarnya.

Musik sendiri bukan hal yang asing bagi Tony. Sebelum mendirikan AirAsia, ia lama berkarir di perusahaan rekaman Warner Music Group untuk kawasan Asia Tenggara hingga menduduki jabatan wakil direktur utama. Bahkan, keputusan AirAsia membuka rute penerbangan Bandung-Kuala Lumpur pada 2004 lalu tak lepas dari kegilaan Tony akan musik dangdut.

"Saya pikir musik dangdut itu tak kalah dengan Macarena," ujarnya, merujuk lagu Latin yang pernah amat populer pada 1993.


Bandung membuka kenangan Tony saat ingin mempopulerkan musik dangdut di Malaysia lebih dari satu dekade silam. Kala itu, Tony berkunjung ke Bandung karena ingin menyaksikan penampilan pedangdut Cici Paramida.

Ke depan, Tony bermimpi untuk mempopulerkan Pop Asia (A-pop). Menurutnya, masyarakat Asia Tenggara lebih berbakat dibandingkan Korea. Tony bahkan menyebut musisi Indra Lesmana sebagai salah satu pianis terbaik di dunia.

"Setidaknya, wanita kita (Asia Tenggara) terlihat berbeda satu sama lain," ujarnya.

Dengan menggunakan koneksi dan platform yang dimilikinya, Tony ingin lebih banyak mengenalkan artis Asia Tenggara ke dunia.

"Bayangkan jika gadis Filipina, Thailand dan Indonesia bergabung kita bisa memanggil mereka dengan sebutan 'MerahPink' atau 'HitamPink'," kelakarnya.

[Gambas:Video CNN] (sfr/rea)