Jika Hereditary menawarkan film horor gelap dengan latar belakang permasalahan keluarga yang diberi bumbu sekte, dalam Midsommar, Aster menawarkan horor jenis baru.
Sesuai dengan judulnya, Midsommar, film ini mengambil latar musim panas (summer) di Swedia. Dalam bahasa Indonesia, midsommar berarti tengah musim panas atau 'midsummer' dalam bahasa Inggris.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melalui sedikit perdebatan, Christian berhasil mengajak Dani ke Swedia, mereka berangkat berombongan bersama teman-teman Christian.
Namun, kehangatan itu tak bertahan lama. Dani pun memberikan kisi-kisi horor dalam trailer yang dirilis lima bulan lalu.
[Gambas:Youtube]
Ari Aster menambahkan banyak formula baru dalam Midsommar, mulai dari horor pada siang hari, kisah yang diangkat dari adat suatu negara, sekte, ritual seks serta minuman 'ajaib'. Belum lagi resep lama berupa visual-visual eksplisit serupa yang ia lakukan dalam Hereditary.
Sampai saat ini, nasib penayangan 'Midsommar' di Indonesia masih belum jelas karena ganjalan sensor. (dok. A24 via YouTube) |
[Gambas:Twitter]
Hereditary bahkan disebut bukan film horor, apabila dibandingkan dengan Midsommar.
[Gambas:Twitter]
Berita Film Pilihan Lainnya |
Perkara sensor ini sempat menjadi topik hangat di Twitter. Para penggemar film horor mempertanyakan rumor yang menyebut Midsommar tak lolos sensor. Saat ini, CNNIndonesia.com telah menghubungi Lembaga Sensor Film namun belum ada jawaban.
[Gambas:Video CNN] (chri/rea)
Sampai saat ini, nasib penayangan 'Midsommar' di Indonesia masih belum jelas karena ganjalan sensor. (dok. A24 via YouTube)