Kaarim mulai jadi seorang battle rapper dengan nama Young French. Tak lama, ayahnya memutuskan kembali ke Maroko sementara sang ibu yang sedang hamil, tetap tinggal di Bronx. Kharim remaja pun menjadi kepala keluarga baru, dan ia memilih melakukannya lewat musik.
Young French memanfaatkan pergaulan di jalanan untuk menjual serangkaian DVD buatan sendiri bertajuk Cocaine City, terfokus menceritakan perkembangan musik jalanan dan beef hip hop yang sedang panas. Serial itu ternyata cukup berhasil, berjalan selama delapan tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya rasa jika dia [MacMiller] punya orang-orang yang akan mengingatkannya, andai saja saya melakukan hal itu, berperan sebagai kakak lelakinya... Dia tak punya orang seperti itu di sekitarnya. Jika saja saya ada bersamanya malam itu, saya akan bisa menghentikannya... Tetapi Mac tak punya orang seperti itu," katanya penuh sesal.
French Montana memiliki kehidupan yang tak mudah, sebelum berkilau seperti sekarang dan berkolaborasi bersama Agnez Mo dalam 'Diamonds'. (Foto: YouTube/French Montana) |
[Gambas:Youtube]
Latar belakang sebagai seorang imigran tak pernah membuat French Montana malu. Ia justru menjadikan hal itu sebagai inspirasi bermusik, serta memamerkannya dengan bangga seperti dalam video musik Famous (2018). Berhasil membuat suaranya 'terdengar' di AS, ia tampak tak keberatan mendapatkan pasar yang lebih luas. Misalnya, di Asia.
Ia pernah berkolaborasi dengan grup Korea Selatan, MONSTA X dalam lagu Who Do U Love? (2019). Proyek tersebut pernah mengundang kontroversi tersendiri di gelaran MTV Video Music Awards baru-baru ini, lantaran MTV selaku penyelenggara malah memberi selamat kepada French Montana di kategori Best K-Pop, tanpa menyebut MONSTA X sebagai pemilik lagu yang sepenuhnya berbahasa Inggris itu.
"[Lagu Diamonds] adalah representasi bukan cuma satu orang, tetapi semua orang sebagai manusia. Diamonds di lagu itu bukan benar-benar berlian secara harfiah. Kita, orang-orang adalah berlian. Lagu ini merupakan undangan untuk semua orang dengan berbagai bentuk tubuh, warna kulit, ras, agama, untuk bersenang-senang dan bangga mengekspresikan diri," kata Agnez Mo tentang kolaborasinya bersama French Montana.
Di atas panggung MTV Video Music Awards 2019, French Montana yang didapuk mempersembahkan piala kategori Best Latin menyinggung soal status imigran tersebut. Dia berkata dengan tenang, "Karena sebagai seorang imigran, saya merasa seperti kita adalah orang-orang yang 'membangun' negara ini, dan saya merasa ingin menjadi suara mereka."
[Gambas:Video CNN] (rea)
French Montana memiliki kehidupan yang tak mudah, sebelum berkilau seperti sekarang dan berkolaborasi bersama Agnez Mo dalam 'Diamonds'. (Foto: YouTube/French Montana)