Music at Newsroom

Tashoora, Band yang Gemar 'Menghitung' Panggung

tim, CNN Indonesia | Kamis, 26/12/2019 17:34 WIB
Tashoora, Band yang Gemar 'Menghitung' Panggung Saksikan Tashoora dalam Music At Newsroom secara streaming melalui CNNIndonesia.com pada Jum'at (27/12) pukul 14:00 WIB. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia -- Band Tashoora bukan muncul begitu saja ke permukaan. Seperti juga band-band lain, terlebih yang datang dari daerah, mereka membutuhkan usaha ekstra untuk masuk ke industri musik ibu kota.

Meski terlihat mulus sejak 2016 hingga meraih popularitas di 2019, Tashoora mengaku pernah tampil ditonton hanya beberapa puluh orang.

"Kalau mereka tahu kita manggung [tahun] 2017-nya kayak gimana, yang nonton berapa orang. Enggak sampai 30, eh enggak sampai 50 orang," kata Danang beberapa waktu lalu.


Danang Joedodarmo adalah personel Tashoora. Saat itu, ia hadir bersama Dita Permatas, Gusti Arirang, dan Ikhwan Hastanto alias Awan sebagai anggota terbaru di kunjungan ke redaksi CNNIndonesia.com.

Awalnya, nama Tashoora dikenal usai merekam ulang lagu Desember yang serta dalam album kompilasi tribut Efek Rumah Kaca. Mereka lantas kembali ke studio dengan formasi baru karena Andru Abdullah (trombone) keluar dan masuk lah Gusti Arirang.

Album debut disebut rilis pada Agustus 2017. Menurut Tashoora, saat itu teman-teman sendiri yang datang untuk memberi dukungan.

"Yang di depan itu cuma tiga baris, paling. Dan itu wajah-wajah yang sudah kita kenal," kata Danang mengingat.

Panggung demi panggung mulai dijelajahi oleh Tashoora yang berasal dari Jogjakarta. Menurut Dita sang vokalis, saat ini kurang lebih sudah 80 panggung menjadi saksi penampilan mereka. Bukan hanya menebak, mereka mengaku memang selalu menghitung jumlah panggung.

"Iya, kita ngitung buat data. Jadi ini manggung ke berapa, tuh kita post biasanya," ujar Danang, yang tak menyangkal tindakan itu mengundang tanggapan orang.

Perlahan, Tashoora merasa percaya diri untuk menjajal Jakarta. Terlebih, mereka telah beberapa kali mendapat tawaran tampil di festival-festival kelas nasional, seperti Ngayogjazz, Land of Leisures, sampai Java Jazz.

Bagi personel Tashoora sendiri, semua tidak terjadi secara instan.

"Satu tahun tiap hari Selasa kita latihan. Jadi ya kalau ngomongin cepat [populer], ya elo enggak tahu rasanya 'bonding' di studio," kata Danang.
Tashoora, Band yang Gemar 'Menghitung' PanggungSaksikan penampilan Tashoora dalam acara Music At Newsroom secara streaming melalui CNNIndonesia.com pada Jum'at (27/12) pukul 14:00 WIB. (Foto: CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Kerap menghabiskan waktu di studio musik, Tashoora menyadari punya banyak kekurangan. Dari video-video penampilan yang diambil secara live, mereka menarik pelajaran.

"Justru karena itu ya, karena kita menyadari bahwa kita ada keterbatasan segala macem, makanya kita ngulik. Tadi, yuk kita coba yuk, kita pikir 'ayo kita nyanyi bareng', terus kita ngulik alat segala macem, terus ngulik sistem," tutur Dita.

Semangat 'ngulik' tersebut seolah memberi kesegaran tersendiri dalam musikalitas Tashoora. Para personel yang sama-sama suka mengorek dan menggali lebih dalam memperkaya wawasan band, termasuk dalam penulisan lirik.

Danang mengaku, mereka ingin membuat lagu yang bisa menyentuh pendengar. Namun dengan jujur, ia mengatakan tak punya kemampuan cukup untuk itu.

"Mikir sih mikir, cuma skill-nya enggak ada," katanya santai.

Dita lantas menimpali, "Skill analisis pasar tuh enggak ada."

Saksikan penampilan Tashoora dalam acara Music At Newsroom secara streaming melalui CNNIndonesia.com pada Jum'at (27/12) pukul 14:00 WIB. (rea)