Manic Street Preachers Beri Rp52 Juta ke Korban Badai Dennis

CNN Indonesia | Jumat, 21/02/2020 06:50 WIB
Manic Street Preachers Beri Rp52 Juta ke Korban Badai Dennis Manic Street Preachers mengucurkan dana 3.000 pound sterling atau Rp52,9 juta untuk korban Badai Dennis yang menerjang Inggris sejak akhir pekan lalu. (AFP Photo/Carl de Souza)
Jakarta, CNN Indonesia -- Manic Street Preachers mengucurkan dana 3.000 pound sterling atau setara Rp52,9 juta untuk korban Badai Dennis yang menerjang Inggris sejak akhir pekan lalu.

Sumbangan tersebut disalurkan melalui kampanye penggalangan dana yang digagas oleh seorang anggota parlemen Inggris dari Pontypridd, Alex Davies-Jones, melalui situs crowdfunder.co.uk.

Melalui serangkaian kicauan di Twitter, Davies-Jones mengonfirmasi bahwa Manic Street Preachers ikut menyumbang dalam kampanyenya tersebut.


Awalnya, Davies-Jones menyatakan rasa syukurnya karena ia memulai penggalangan dana ini dengan target kecil. Namun ternyata, hanya dalam hitungan hari dana yang terkumpul sudah mencapai 21 ribu pound sterling.

"Tak biasanya saya kehilangan kata-kata, tapi ini benar-benar menakjubkan, tapi saya juga tak kaget! Saya selalu takjub dengan komunitas dan semua yang bekerja sama!" tulis Davies-Jones.

Ia kemudian menulis, "Terima kasih kepada SEMUANYA yang sudah berkontribusi, tapi terima kasih khusus untuk @RoyalMintUK & @Manics #WelshLegends."



Saat ini, penggalangan dana di situs tersebut sudah mencapai 23 ribu pound sterling dan akan ditutup 23 hari mendatang.

Badai Dennis sendiri menghantam Inggris sejak Sabtu (15/2), membawa angin berkecepatan 140 kilometer per jam dan hujan lebat yang menyebabkan banjir di berbagai kawasan.

Setidaknya dua orang tewas akibat badai ini, salah satunya terempas angin hingga jatuh ke Sungai Tawe di selatan Wales.

Direktur Eksekutif Badan Lingkungan, James Bevan, mengatakan setidaknya 400 rumah di Inggris terendam banjir. Dia mengatakan sudah mengerahkan sekitar seribu orang petugas untuk membantu masyarakat.

Selain Inggris, Badai Dennis juga menerjang Prancis bagian barat laut. Angin kencang membuat jaringan listrik di kawasan berpenduduk sekitar 20 ribu orang itu padam. (has/has)