Review Konser

Alunan Kehangatan Konser 'Untuk Sebuah Nama' Glenn Fredly

Agniya Khoiri, CNN Indonesia | Kamis, 09/07/2020 14:13 WIB
Konser Untuk Sebuah Nama Glenn Fredly Konser Untuk Sebuah Nama yang diadakan oleh The Bakuucakar terasa menjadi wujud kehangatan dari orang-orang di sekitar Glenn Fredly. (Screenshot via web Loket.com)
Jakarta, CNN Indonesia --

Tepat tiga bulan kepergian musisi Glenn Fredly, sebuah konser persembahan digelar untuknya oleh band yang dulu kerap mengiringi dia tampil, The Bakuucakar.

Konser yang mengusung tajuk "Untuk Sebuah Nama" ini terasa menjadi wujud kehangatan dari orang-orang di sekitar Glenn.

Berbeda dengan konser-konser virtual sebelumnya, pertunjukan yang ditayangkan pada Rabu (8/7) malam tak lagi mengusung konsep yang disambungkan dari rumah masing-masing penampil.


Seluruh penampil berkumpul di tempat yang sama dan tanpa penonton. Hanya Tompi yang merekam penampilannya dari tempat terpisah. Konsep ini rasanya mengingatkan seperti proses live session musisi dari sebuah studio.

The Bakuucakar menggelar konser ini di M Bloc Space, kawasan yang juga digagas oleh Glenn. Dalam nuansa serba hitam, seluruh personel tampak membentuk formasi lingkaran dan tetap membuat jarak.

Sebelum penampilan dimulai, konser yang dijadwalkan pada pukul 20.00 WIB lebih dulu dibuka dengan suguhan persiapan The Bakuucakar dan para penampil di balik layar. Sekitar 15 menit kemudian, konser dimulai dengan rangkaian foto dan video Glenn berwarna hitam putih.

Instrumen lagu Untuk Sebuah Nama --seperti nama konsernya-- kemudian dimainkan sebagai pembuka dan dilanjutkan dengan lagu Dibalas dengan Dusta. Kedua lagu itu turut dipadukan dengan rekaman suara merdu Glenn pada bagian terakhir lagu.

Alunan nada dari lagu-lagu milik Glenn dimainkan dengan indah dan terasa megah lewat tambahan instrumen seperti biola dan saksofon.

Membayangkan dapat menontonnya secara langsung tentu akan terasa lebih istimewa dengan permainan musik yang memukau dari The Bakuucakar.

Baru setelah itu, penampil pendukung mulai dilibatkan, dengan yang pertama tampil adalah Ivan Nestorman membawakan lagu Renjana. Kemudian dilanjutkan oleh Patricia Vicky Sihombing, penyanyi yang terpilih lewat kontes bersama The Bakuucakar.

Vicky hadir mendendangkan lagu Kembali Ke Awal yang juga menjadi tema film Twivortiare dan diikuti penampilan Tompi membawakan Sabda Rindu.

Penampilan Yura Yunita di Music at Newsroom CNN Indonesia, Jakarta, 17 Oktober 2018. CNN Indonesia/Bisma SeptalismaDalam konser Untuk Sebuah Nama, Yura Yunita menyanyikan lagu kolaborasinya bersama Glenn Fredly, Cinta dan Rahasia. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)

Selain itu, ada pula Yura Yunita yang menyanyikan lagu kolaborasinya bersama Glenn, Cinta dan Rahasia. Penampilannya tentu tak perlu diragukan lagi, Yura tetap maksimal meski tampil tanpa penonton dan Glenn di sisinya.

Istri Glenn, Mutia Ayu ikut hadir sebagai tamu spesial dan melantunkan lagu Nyali Terakhir. Semula, Ayu tampak prima memulai penampilannya, tapi di pertengahan lagu ia mulai goyah.

Ayu tak kuasa menahan tangis hingga sempat berhenti sejenak sembari mengumpulkan kekuatan bernyanyi lagi.

"Glenn itu sangat menghargai perempuan, dia laki-laki yang luar biasa, sosok ayah yang bertanggung jawab, suami yang bertanggung jawab dan cinta sama semua keluarganya," kenang Ayu sambil terisak usai bernyanyi.

"Banyak sekali pelajaran dari Glenn yang aku ambil. Dia selalu pesan, jadilah wanita yang selalu rendah hati, perempuan yang bijak," tambahnya.

Rindu Konser Langsung

Selama satu jam penampilan, The Bakuucakar sebagai penampil utama patut diacungi jempol. Mereka tak hanya mengenang sosok Glenn, tapi terasa begitu serius memberikan apresiasi terhadap karya-karya musisi berdarah Ambon itu.

Dengan aransemen baru, konser ini terasa cukup asyik dan menghangatkan. Lagu-lagu hit seperti Belum Saatnya, Akhir Cerita Cinta, serta Romansa ke Masa Depan pun dimainkan dengan apik.

Konser Untuk Sebuah Nama Glenn FredlyIstri Glenn, Mutia Ayu ikut hadir sebagai tamu spesial dan melantunkan lagu Nyali Terakhir. (Screenshot via web Loket.com)

Sayang, untuk sekarang, konser ini hanya dapat dinikmati secara virtual, dengan koneksi yang tak menentu dan mengganggu. Beberapa kali, video seketika berhenti saat saya menonton.

Kolom chat dipenuhi dengan keluhan yang sama, 'bufferring,' 'video berhenti hanya loading,' dan sebagainya. Beberapa lainnya ada yang mengatakan tak ada masalah. Ada pula yang menyarankan untuk menurunkan kualitas video.

Dia [Glenn Fredly] selalu pesan [ke saya], jadilah wanita yang selalu rendah hati, perempuan yang bijakMutia Ayu, istri mendiang Glenn Fredly.

Tentu ini cukup mengganggu bagi yang tak memiliki kualitas jaringan baik.

Alih-alih menikmati konser dengan seksama, saya sendiri harus sibuk mengatur dan mencoba jaringan lain hingga menurunkan kualitas ke yang paling rendah dengan risiko tak nyaman karena gambar yang buram.

Jalan terakhir yang saya coba, memindahkan dari menonton di laptop ke ponsel karena dengan kualitas rendah sekalipun, video berhenti cukup lama. Entah memang video rekaman yang ditayangkan terlalu berat atau jaringan yang sedang tak bersahabat.

Masalah ini pada akhirnya membuat saya sadar betapa berharga dan merindukan pengalaman menonton pertunjukan secara langsung.

Terlepas dari masalah jaringan internet, secara keseluruhan konser Untuk Sebuah Nama menjadi hiburan di tengah pandemi dan cukup menjadi obat rindu penggemar Glenn Fredly.

(end)

[Gambas:Video CNN]