Review Lagu: Hindia - Setengah Tahun Ini

Muhammad Andika Putra, CNN Indonesia | Minggu, 19/07/2020 15:40 WIB
Musisi Baskara Putra alias Hindia membuat playlist bertajuk Producing Exercise. Selama masa karantina di rumah ia mendengarkan lagu-lagu baru dan mengulik dari sisi teknis produksi sebagai pembelajaran Review lagu Setengah Tahun Ini milik Hindia menilai bahwa meski berbeda dibanding karya sebelumnya, sejumlah hal justru membuat lagu ini tak terasa spesial. (Dok. Mikael Aldo)
Jakarta, CNN Indonesia --

Solois Baskara Putra alias Hindia cukup produktif di tengah pandemi virus corona. Setelah Ramai Sepi Bersama, ia merilis Setengah Tahun Ini yang disebut sebagai penutup album perdana Menari Dengan Bayangan.

Lagu ini terasa cukup berbeda dengan lagu-lagu Hindia sebelumnya sejak detik pertama saya dengarkan. Meski masih berakar musik pop, lagu ini tetap saja berbeda dengan 15 lagu dalam Menari Dengan Bayangan.

Salah satu yang membuat Setengah Tahun Ini berbeda ketimbang karya Hindia sebelumnya adalah pada paduan suara. Paduan suara kerap muncul pada lirik-lirik yang ingin ditekankan, seperti "setengah tahun ini", dan sebagai suara latar.


Perbedaan semakin kentara ketika paduan suara pada lagu ini terasa seperti paduan suara pada lagu-lagu Gospel. Rasanya, Hindia belum pernah memasukkan paduan suara ala Gospel pada lagu-lagunya.

Perbedaan cukup signifikan juga terasa pada lick gitar yang diisi Rayhan Noor. Lick gitar dalam Setengah Tahun Ini lebih padat dan variatif dibanding pada lagu Rumah Ke Rumah yang juga diisi Rayhan.

Selebihnya, beberapa elemen dalam lagu ini sama dengan kebanyakan lagu Hindia. Salah satu yang paling kentara adalah gaya bernyanyi Baskara yang kerap bergumam, 'nyeret', datar, dan kadang out of tone.

Setidaknya ada dua alasan mengapa seorang musisi bernyanyi seperti Hindia. Pertama, karakter yang memang sengaja dibuat seperti itu dan dipertahankan. Kedua, mencocokkan dengan nuansa dan rasa lagu.

Entah apa alasan Baskara memilih gaya menyanyi tersebut, dan sebenarnya tidak ada yang salah pula. Namun sayangnya pada Setengah Tahun ini, beberapa kali vokal Baskara terdengar out of tone.

Awalnya memang tidak apa. Tetapi semakin lama telinga saya gerah juga, tidak enak didengar dan mengganggu.

Musisi Baskara Putra alias Hindia membuat playlist bertajuk Producing Exercise. Selama masa karantina di rumah ia mendengarkan lagu-lagu baru dan mengulik dari sisi teknis produksi sebagai pembelajaranReview Setengah Tahun Ini menilai, lirik-lirik berisi kejadian personal seperti menjadi penanda bahwa Baskara lebih membuka diri dibanding sebelumnya. (Dok. Mikael Aldo)

Selain itu, penulisan lirik juga serupa dengan lagu-lagu Hindia sebelumnya. Perbedaan hanya ada pada lirik yang membahas isu sosial. Wajar, mengingat lagu ini merangkum kejadian nasional dan internasional yang terjadi enam bulan belakangan.

Baskara juga membahas kejadian personal pada bagian tengah sampai akhir lagu. Seperti ketika ia dirundung netizen karena pendapatnya yang dinilai menistakan musik metal serta rock.

Lirik-lirik berisi kejadian personal seperti menjadi penanda bahwa Baskara lebih membuka diri dibanding sebelumnya. Salah satunya, ketika ia mengaku stres karena mulut besarnya.

Saya rasa pembukaan diri ini tidak sulit bagi seorang Baskara, mengingat pada album Menari Dengan Bayangan berisikan lagu tentang berbagai masalah personal.

Sayangnya, ada lirik yang terasa sangat memaksakan hanya untuk mengejar rima. Seperti pada lirik yang berbunyi "siapa yang mencibir video 'Imagine'/ yang dengar rock metal dan masih gak maafin//"

Secara kontekstual pun, dua bait di atas juga kurang berhubungan. Hal ini membuat kesan bahwa dua bait lirik di atas dipaksakan ada demi mengejar rima "in".

Saya mengapresiasi kerja Baskara dan tim produksi untuk membuat lagu yang berbeda dari karya-karya Hindia sebelumnya. Sayangnya hal itu tak membuat Setengah Tahun Ini menjadi lebih spesial.

[Gambas:Youtube]



(end)